Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEPESERTAAN KB PRIA DI BANTUL BARU 9%

kemiskinan-kbpriabantul9persen

SAPA INDONESIA - KEPESERTAAN pria dalam program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Bantul baru mencapai 9%.

Meski lebih tinggi dari rerata Provinsi DIY yang hanya mencapai 5-7%, capaian tersebut masih tergolong kecil.

Sebab berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKB-PMD) Bantul, angka capaian KB pria dengan metode Medis Operasi Pria (MOP) adalah yang terendah.

Kepala Seksi Pelayanan KB DPPKB-PMD Bantul, Harmanto menuturkan ada beberapa kendala dalam akselerasi program KB pria ini.

Diantaranya terbatasnya pilihan jenis alat kontrasepsi yakni MOP dan kondom, dibandingkan alat kontrasepsi perempuan yang terdiri dari lima jenis.

Selain itu, pihaknya sering mendapati penolakan dari pihak keluarga karena banyak yang masih salah persepsi bahwa KB pria dengan MOP merupakan proses orsidektomi atau kebiri.

"Padahal MOP ini adalah proses vasektomi, tidak akan berpengaruh pada kondisi fisik pria," tegasnya saat ditemui pada acara Pencanangan Kampung KB di Dusun Cembing, Trimulyo, Jetis pada Selasa (10/10/2017).

Kendala lainnya menurut Harmanto, masih ada anggapan hukum KB bagi pria adalah haram dan juga persepsi bias gender bahwa KB hanya perlu dilakukan oleh perempuan saja.

Namun ia menyebut, beberapa tahun terakhir ini kesadaran pria untuk melakukan KB cenderung meningkat.

Dilihat dari target tahunan yang selalu terpenuhi. Hingga Agustus saja jumlah kepesertaan KB pria baru mencapai 189 orang dari target 169 orang pada 2017 ini. "Mayoritas berumur 40-50 tahun," katanya.

Untuk akselerasi program KB pria ini, menurutnya dari 2012 lalu Pemkab Bantul telah memberikan reward/hadiah bagi mereka yang mau bergabung menjadi peserta baru.

Mulanya hadiah berupa satu ekor kambing bunting yang merupakan bantuan dari CSR, kini berupa uang tunai senilai Rp1 juta.

Dana untuk hadiah itu diambilkan dari pos APBD sebesar Rp100 juta per tahun, artinya target capaian minimal KB pria sebesar 100 peserta baru/tahun. Pencairan dana hadiah tersebut dilakukan pada bulan Mei, sedangkan layanan KB pria diselesaikan pada bulan Maret.

Selain dengan pemberian hadiah, pencanangan Kampung KB juga salah satu upaya akselerasi program ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Komunikasi Informasi dan Edukasi Bidang KB DPPKB-PMD Bantul, Irma Hermawati.

Menurutnya hingga kini Bantul baru memiliki satu Kampung KB tingkat nasional yakni di Dusun Jasem, Srimartani, Piyungan dan satu tingkat kabupaten di Dusun Dingkikan, Argodadi, Sedayu.

Sumber: Harianjogja dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook