Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

JALAN KIAN PANJANG, KEMISKINAN TAK BERKURANG

kemiskinan-jalanpanjangtakberkuragn

SAPA INDONESIA - BAGI rakyat Sumatera Selatan, memiliki jalan tol adalah sesuatu yang diimpikan sejak zaman Belanda. Begitu kalimat yang dibisikkan oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perjalanan menuju lokasi Jalan Tol Palembang-Indralaya, Kamis (12/10/2017) sore.

Mimpi itu pekan lalu terwujud. Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Palembang-Indralaya seksi 1 sepanjang 7,75 kilometer. Sebagai wujud ungkapan senang, Jokowi menggratiskan tarif tol baru ini hingga akhir 2017.

Dari Palembang, dia terbang ke Medan, Sumatera Utara untuk meresmikan dua ruas tol Trans Sumatera, Medan-Binjai seksi 2 dan 3 (Helvetia-Binjai) sepanjang 10,46 kilometer (km), dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) sepanjang 41,65 km.

"Ikan arsik bumbu andaliman, rasanya lezat tiada tara. Sudah dibangun jalan tol yang nyaman, ayo maju Sumatra Utara," begitu ungkapan kebahagiaan Jokowi di laman Facebooknya, Selasa (17/10/2017).

Ribuan kilometer dari Sumatera Utara, tepatnya di RT 1 RW 4 Kelurahan Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tinggal seorang nenek berusia 70 tahun bernama Sri dalam kondisi miskin. Nenek tuna netra itu tinggal sebatang kara di sebuah rumah berukuran 2 x 3 meter.

Salah satu akses ke rumah tersebut hanya sebuah gang berukuran 30 senti meter. Meski tinggal di rumah tak layak huni, Nenek Sri menolak untuk dipindahkan. Pemerintah kabupaten Ponorogo pun kesulitan untuk membantunya karena si Nenek tak punya KTP.

Begitulah, pembangunan infrastruktur dan potret kemiskinan menjadi dua hal yang saling bertolak belakang di tiga tahun pemerintahan Jokowi. Panjang jalan yang berhasil dibangun terus bertambah, tapi angka kemiskinan sepertinya tak berkurang.

Di masa Presiden Jokowi, pembangunan jalan tol naik pesat dibanding pemerintahan sebelumnya. Sejak 2014, Jokowi sukses mengoperasionalkan 176 kilo meter jalan tol. Diperkirakan hingga akhir 2017 nanti bakal ada total tambahan 568 kilo meter jalan tol.

Sebagai pembanding, selama 32 tahun masa orde baru, Presiden Soeharto hanya bisa membangun 490 kilometer. Jalan tol perdana yang dibangun Soeharto adalah ruas Jakarta, Bogor dan Ciawi (Jagorawi) sepanjang 46 kilo meter yang diresmikan pada 9 Maret 1978.

Di zaman Presiden Habibie ada 7,2 km jalan tol yang dibangun. Kemudian di era Presiden Gus Dur ada 5,5 km jalan tol, dan 34 km tambahan tol di zaman Megawati.

Pembangunan jalan tol kembali meningkat signifikan pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama dua periode menjabat, SBY membangun jalan tol sepanjang 212 km.

Selain jalan tol, dalam 3 tahun pemerintahannya Jokowi juga menggenjot pembangunan infrastruktur lainnya. Data dari Kementerian PUPR menyebut hingga Oktober ini tercatat ada 2.623 kilometer jalan yang dibangun. Adapun jembatan yang sudah terbangun, mencapai 8.649 meter.

Sayangnya bertambahnya ruas jalan dan jalan tol itu belum mampu mengurangi angka kemiskinan. Badan Pusat Statistik mencatat hingga Maret 2017 lalu, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,7 juta orang. Angka ini bertambah 6.900 orang dibandingkan September 2016.

Memang secara prosentase, angka kemiskinan menurun dari 10,70 persen di September 2016 menjadi 10,64 persen pada Maret 2017. Namun ini terjadi lantaran adanya pertambahan jumlah penduduk. Upaya pengurangan angka kemiskinan terhambat oleh distribusi beras sejahtera (rastra) ke rakyat miskin yang tak lancar.

Lembagai Survei Indikator dalam penelitiannya yang dipublikasikan awal bulan ini mencatat sebanyak 7,95 persen warga sangat puas dan 60,3 persen memilih cukup puas terhadap kinerja Jokowi. Sisanya, 27,23 persen, mengatakan kurang puas dan 2,26 persen mengatakan tidak puas sama sekali.

Survei Indikator dilaksanakan pada 17-24 September 2017 dengan metode multistage random sampling dengan responden sebanyak 1.220 orang. Margin of error survei ini +/- 2,9 % dengan tingkat kepercayaan 95%. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka.

Masih menurut hasil survei Indikator, kerja pemerintah Jokowi yang dinilai paling mengalami kemajuan antara lain: pembangunan jalan-jalan umum, membangun sarana transportasi umum, membangun jalan tol di luar pulau jawa dan membangun jalan lintas antar provinsi di luar pulan jawa.

Namun banyak warga yang menilai bahwa kerja pemerintah Jokowi tidak ada perubahan dalam hal: mengurangi pengangguran; menyediakan lapangan kerja; mengurangi jumlah orang miskin; dan membuat harga-harga kebutuhan pokok terjangkau warga pada umumnya.

Mungkin karena itu Presiden Jokowi di tahun 2018 bertekad menekan angka kemiskinan. Dia mengarahkan kebijakan strategis belanja negara dalam RAPBN 2018 diarahkan untuk mengurangi tingkat kemiskinan serta kesenjangan di masyarakat.

"Belanja negara pada 2018 yang direncanakan sebesar Rp 2.204,4 triliun akan diarahkan utamanya untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan guna menciptakan keadilan dan perlindungan sosial pada masyarakat," begitu kata Presiden Jokowi pada Pidato Penyampaian RUU RAPBN 2018 Beserta Nota Keuangannya, Rabu (16/8/2017).

Sumber: Detik dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook