Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BISNIS INKLUSIF BANTU BERANTAS KEMISKINAN

kemiskinan-bisnisinklusi

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Salah satunya dengan mendorong bisnis inklusif yang memperluas keterlibatan masyarakat miskin untuk masuk rantai suplai industri dari hulu ke hilir. Pertumbuhan ekonomi nasional sejak 2007 terbilang stabil dengan rata-rata 5,9% meski belum sepenuhnya inklusif.

Pasalnya, jumlah penduduk yang masih berada di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan sekitar US$25 per bulan tercatat 28 juta pada 2013. Adapun jumlah penduduk dengan penghasilan di bawah US$3 per hari atau dikenal base of pyramid (BOP) mencapai 71% dari total penduduk.

Pun mayoritas penduduk Indonesia bekerja di sektor informal yang berasal dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM). "Pekerjaan informal tidak cukup untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif. Harus ada pekerjaan yang memberikan penghasilan lebih stabil dan tinggi.

Perlu terintegrasi dalam rantai suplai komoditas sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sistematis," ujar Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional Kementerian Koordinator Perekonomian Erwin Raza dalam diskusi tentang bisnis inklusif di Jakarta, Rabu (13/12).

Keterlibatan masyarakat miskin dan BOP dalam rantai suplai industri hulu ke hilir guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sambung dia, semestinya ikut didorong sektor swasta.
Peranan swasta atau pelaku bisnis ialah untuk menciptakan lapangan kerja berskala besar.

Perusahaan yang menerapkan skema bisnis inklusif disebutnya cenderung memandang masyarakat miskin dan BOP sebagai produsen dan konsumen potensial dalam rantai suplai. Country Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia Winfried Wicklein mengamini skema bisnis inklusif menjadi ruang bagi swasta untuk berpartisipasi mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Siap mendukung

ADB, kata dia, siap mendukung perkembangan bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi swasta dan riset. Pada 2014, dari 49 investasi swasta yang dibiayai ADB, sebanyak 11 investasi mengarah pada bisnis inklusif. Pada 2015 setidaknya ADB menggelontorkan investasi sebesar US$500 juta untuk program bisnis inklusif dari total US$70 miliar keseluruhan investasi swasta.

"Kami ingin membantu pemerintah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk bisnis inklusif. Dalam hal ini kami melakukan riset untuk menemukan perbaikan rantai suplai bagi komoditas-komoditas strategis di pertanian, perikanan, dan sektor UMKM, khususnya melalui inovasi digital," kata Winfried.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah pada intinya terus memperluas praktik bisnis inklusif agar tidak hanya dinikmati masyarakat menengah atas. Dia mencontohkan strategi pemerintah mendorong bisnis inklusif menyasar pada sektor pertanian yang memiliki rantai distribusi panjang hingga ke tangan konsumen sehingga memunculkan tengkulak (middle man) yang pada akhirnya membuat harga yang diterima petani menjadi rendah.
"Seperti pendapatan petani harus bisa di-manage, bukannya meningkatkan harga jual di konsumen akhir. Karena mata rantainya panjang, kami coba persingkat melalui pemanfaatan teknologi sehingga distribusi petani tidak berlapis dan langsung dikirim ke pelanggan," tutur Rudiantara.
Sumber: Media Indonesia

Terpopuler

Terbaru

KEMDES GANDENG LSM DAN KORPORASI ATASI STUNTING DI DAERAH TERTINGGAL

KEMDES GANDENG LSM DAN KORPORASI ATASI STUNTING DI DAERAH TERTINGGAL

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
MEMBERI BANTUAN BUKAN LANGKAH TEPAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

MEMBERI BANTUAN BUKAN LANGKAH TEPAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - UPAYA pemberdayaan, atau dengan memberi pekerjaan...
LAMONGAN: MENGGALI SEMUA POTENSI EKONOMI DESA

LAMONGAN: MENGGALI SEMUA POTENSI EKONOMI DESA

SAPA INDONESIA - ADA replika buah semangka di gerbang masuk...
PEKALONGAN: PENURUNAN KEMISKINAN BELUM OPTIMAL

PEKALONGAN: PENURUNAN KEMISKINAN BELUM OPTIMAL

SAPA INDONESIA - DPRD Kabupaten Pekalongan menilai kinerja...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook