Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR, SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN MISKIN DI KELURAHAN UNTIA

kemiskinan-sapa-nafsiahmboipemukimannelayanSAPA - Dinas Kesehatan meningkatkan perhatian terhadap kehidupan nelayan Makassar yang masih banyak hidup dalam lingkup kemiskinan. Menurut Menkes, hal yang paling dibutuhkan keluarga nelayan, termasuk yang ada di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanayya, yakni sarana air bersihdansanitasi.

Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya yakni pembangunan puskesmas. "Yang paling penting saat ini adalah memberikan pertolongan pertama pada nelayan. Saya meminta kepada Dinas Kesehatan membangun puskesmas. Bosowa juga saya harapkan membuat drinkable (sarana air bersih siap minum)," ujar Menkes saat berkunjung ke Untia,kemarin.

Menkes hadir di perkampungan nelayan itu dalam rangka launching Permukiman Sehat Nelayan. Selain Kelurahan Untia, permukiman sehat lainnya terdapat di Kelurahan Kecamatan Ujung Tanah,Kelurahan Panambungan Kecamatan Mariso,dan Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Keempat kelurahan ini menjadi sasaran penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bosowa Group melalui gerakan pemberdayaan masyarakat bertajuk Green Urban Living.

Menkes mengemukakan, saat ini terdapat sekitar 23 juta tenaga kerja nelayan di 890 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Menurut dia, kondisi perekonomian nelayan tersebut masih memprihatinkan. Sekitar 7-8 juta nelayan berpenghasilan rendah. Bahkan 30% nelayan sama sekali tidak mengecap pendidikan formal. Pada kesempatan tersebut, Menkes juga melakukan penanaman pohon di Posyandu Untia serta menggunting pita peresmian MCKU yang dibangun oleh Bosowa Foundation.

Menkes didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur,Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief, dan Kepala Dinas Kesehatan Makassar Andi Naisyah. Sementara, Direktur Bosowa yang juga Ketua Panitia HUT Bosowa ke-40 Subhan Aksa mengemukakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk membangun sanitasi pada empat kelurahan. Bosowa menargetkan dapat memberdayakan 33.000 warga pada empat kelurahan tersebut melalui program Green Urban Living.

"Hari ini,kami memulai gerakan pemberdayaan masyarakat. Target pertama kami tujukan kepada anak-anak nelayan di Makassar,"ujar Subhan yang juga dikenal sebagai pereli internasional ini. Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam dialog terbuka diminta oleh warga untuk membangun jalan masuk Untia yang rusak. Dalam kunjungan ke Untia, Menkes juga menyempatkan berbincang-bincang dengan dua nelayan yang lumpuh akibat aktivitas penyelaman.

Menkes meminta Dinas Kesehatan Sulsel dan Kota Makassar agar memberikan pengobatan gratis kepada nelayan tersebut. Sekadar diketahui, penyakit lumpuh saat ini masih menjadi ancaman nyata bagi ratusan nelayan di Untia. Hal tersebut disebabkan kurangnya kesadaran nelayan menggunakan alat menyelam yang sesuai standar. Saat ini, puluhan nelayan menderita lumpuh, bahkan sebagian di antaranya meninggal dunia.

Nelayan ini mengalami lumpuh karena menyelam di kedalaman dengan tekanan air yang tinggi dengan hanya menggunakan peralatan seadanya. Perwakilan nelayan sempat mengeluhkan masalah yang dialaminya tersebut kepada Menkes. Mereka meminta Menkes memberi santunan dan berharap pemerintah memberikan pendidikan menyelam agar risiko lumpuh bisa dihindari nelayan.

"Sudah ada 35 nelayan Untia yang lumpuh akibat menyelam. Delapan di antaranya parah karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Selama ini, tidak pernah ada bantuan dari pemerintah kepada mereka. Kami minta pemerintah memberikan santunan dan pelatihan," ujar perwakilan nelayan.


Sumber : Seputar Indonesia

Terpopuler

Terbaru

WAMENKEU: SINERGI APBN DAN APBD BANTU KESEJAHTERAAN RAKYAT

WAMENKEU: SINERGI APBN DAN APBD BANTU KESEJAHTERAAN RAKYAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan...
PENCAIRAN DANA DESA MUNDUR

PENCAIRAN DANA DESA MUNDUR

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa diperkirakan mundur dari...
PERTUMBUHAN EKONOMI HARUS DIGENJOT 6%

PERTUMBUHAN EKONOMI HARUS DIGENJOT 6%

SAPA INDONESIA - PERTUMBUHAN ekonomi nasional harus didongkrak...
9.623 KELUARGA MISKIN BELUM MASUK DATA PKH

9.623 KELUARGA MISKIN BELUM MASUK DATA PKH

SAPA INDONESIA - KENAIKAN jumlah keluarga penerima manfaat...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook