Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

GUS IPUL INGIN TEKAN ANGKA KEMISKINAN SAMPAI 9 PERSEN

kemiskinan-tekanjatim9persen

SAPA INDONESIA - PERTUMBUHAN ekonomi Jawa Timur, di era kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf secara nasional sangat membanggakan, yakni di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,21 persen, kemudian pertumbuhan ekonomi nasional hanya mencapai 5,2 persen. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur hingga sekarang stabil.

Meski begitu, ada yang perlu diketahui pada faktor inflasi. Inflasi sekarang ini berdampak pada masyarakat miskin. Karena yang langsung bersentuhan lebih banyak dari masyarakat kurang mampu.

"Tetapi, yang pertama langsung kena dampak merasakan inflasi itu adalah orang tidak mampu," kata Gus Ipul, saat menghadiri coffee morning Proses Ekonomi Jawa Timur 2018, Rabu (17/1) di Surabaya.

Menurut Calon Gubernur Jawa Timur ini, fenomena inflasi di Jawa Timur itu ada yang menarik yaitu pertumbuhan inflasinya lebih tinggi di desa dibanding di kota. Hal itu karena produsen sudah menjadi konsumen.

"Petani menjual produknya ke kota, setelah itu petani membeli beras ke kota, atau beras dari kota kembali ke desa," katanya.

Lanjut Gus Ipul, inflasi ini saat ini masih sedang diamati dan dilakukan penelitian.
"Tetapi, secara umum pertumbuhan ekonomi terkendali, tidak ada masalah, termasuk mengenai pasokan beras," kata mantap Ketua Umum GP Ansor.

Untuk pengangguran sendiri, secara nasional Jawa Timur sudah di bawah rata-rata. Tetapi, ada yang perlu dipahami dan menjadi pekerjaan rumah (PR) ada dua yaitu masalah kemiskinan yang saat ini Jawa Timur masih 11 persen.

"Jumlah prosentasi itu menjadi target di tahun 2018, untuk menekan angka kemiskinan harus turun mencapai 9 hingga 10 persen," katanya.

Masalah kedua, lanjut Gus Ipul, masalah pertumbuhan industri juga masih perlu diperhatikan oleh pemerintah.

"Idealnya pertumbuhan industri ini harus di atas pertumbuhan ekonomi. Sementara Jawa Timur, pertumbuhan industri di bawah pertumbuhan ekonomi kita yaitu empat persen lebih," terang Gus Ipul.

Cicit KH Bisri Syansuri ini berharap di tahun 2018 sektor industri ini bisa meningkat melebihi dari target dan mampu mengejar pertumbuhan ekonomi.
"Caranya adalah meningkatkan dunia industri melalui sektor UMKM," katanya.

Sumber: Merdeka dot com
Di dukung oleh KKIPK (www.kkipk.org)

Terpopuler

Terbaru

BAPPENAS PREDIKSI KEMISKINAN NTB DI ATAS 15 PERSEN

BAPPENAS PREDIKSI KEMISKINAN NTB DI ATAS 15 PERSEN

SAPA INDONESIA - BAPPENAS memprediksi angka kemiskinan di NTB...
CEGAH PENYIMPANGAN DANA DESA, PEMERINTAH ANGGARKAN UANG OPERASIONAL KADES

CEGAH PENYIMPANGAN DANA DESA, PEMERINTAH ANGGARKAN UANG OPERASIONAL KADES

SAPA INDONESIA - MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan,...
ANGKA KEMISKINAN TURUN, INDONESIA JADI TEMPAT BELAJAR 15 NEGARA

ANGKA KEMISKINAN TURUN, INDONESIA JADI TEMPAT BELAJAR 15 NEGARA

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo mengklaim bahwa angka...
PDB PERTANIAN NAIK RP 350 TRILIUN DI 2017 SELAMA 4 TAHUN

PDB PERTANIAN NAIK RP 350 TRILIUN DI 2017 SELAMA 4 TAHUN

SAPA INDONESIA - KINERJA Kementerian Pertanian di era Amran...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook