Sejahtera Itu Hak, Kaukus Kemitraan Independen Untuk Pencapaian Kesejahteraan, KKIPK, Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEPALA BAPPENAS SEBUT EKONOMI DIGITAL BISA ATASI KEMISKINAN

kemiskinan-ekonomidigital

SAPA INDONESIA - PEMAHAMAN masyarakat Indonesia terhadap sektor digital tercatat 58,3% di 2016. Sementara, penetrasi penggunaan internet di Indonesia juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Demikian diungkapkan Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam diskusi Digital Ekonomi di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018).

Bambang mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia sudah cukup siap dengan hadirnya teknologi digital.

Dia mencatat, untuk penetrasi internet di 2013 mencapai 38 juta orang, kemudian meningkat di 2015 menjadi 88 juta, dan diperkirakan pada 2020 mencapai 145 jiwa.

"Jadi tingkat penggunaan internet di Indonesia lama-lama semakin luar biasa. Dari 2013 ke 2020, atau dalam tujuh tahun naiknya di atas 100 juta dalam waktu pendek," katanya.

Namun di tengah era perkembangan digital ini, kata Bambang, Indonesia masih menghadapi masalah ketimpangan serta kemiskinan.

Dia pun mengatakan ekonomi digital pada dasarnya bisa ikut membantu menyelesaikan masalah ketimpangan serta kemiskinan, namun bisa juga memperburuk keadaan.

"Kalau kita lihat bicara ekonomi digital secara ketimpangan, maka reaksi pertama adalah ekonomi digital akan memperburuk ketimpangan? Maka jawabannya iya, karena ada orang yang berfikir cepat sekali mengikuti era digital, ada yang ketinggalan, atau malah yang menjadi korban akibat ekonomi digital," jelasnya.

Bambang menuturkan, di satu sisi ekonomi digital bisa membuat beberapa pihak kehilangan pekerjaan karena kemudahan yang ditawarkan. Namun di sisi lain, ekonomi digital juga bisa menciptakan suatu lapangan pekerjaan baru yang membantu mengurangi ketimpangan serta kemiskinan.

"Karena kalau kita lihat contoh Go-Jek misalkan, orang-orang yang tadinya jadi sopir atau ojek, itu adalah pekerjaan informal. Mereka pekerja sendiri, sektornya informal tidak punya jaminan kesehatan, tenaga kerja segala macam, dan tidak tercatat pembayar pajak.

Nah dengan jadi Go-Jek, maka semua sopir yang ikut berubah jadi formal dengan segala jaminan," kata dia.

Artinya, kata Bambang, ekonomi digital memiliki dua dampak yang saling bertolak belakang. Oleh sebab itu, masyarakat harus pintar untuk bisa memanfaatkan serta memberi inovasi-inovasi baru agar bisa mendorongnya ke dampak yang positif.

"Selama ekonomi digital itu mengangkat orang-orang yang tadinya di bawah garis kemiskinan, kemudian menjadi di atas, apakah dengan pekerjaan atau usaha, maka itu berpotensi baik," tuturnya.

Sumber: Detik dot com
Di dukung oleh KKIPK (www.kkipk.org)

Terpopuler

Terbaru

KEIN: KUALITAS PENGENTASAN KEMISKINAN MEMBAIK

KEIN: KUALITAS PENGENTASAN KEMISKINAN MEMBAIK

SAPA INDONESIA - WAKIL Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional...
EFEKTIVITAS DANA DESA 2018 AKAN DIKAJI

EFEKTIVITAS DANA DESA 2018 AKAN DIKAJI

SAPA INDONESIA - EFEKTIVITAS penyaluran Dana Desa pada 2018...
DANA DESA DALAM PADAT KARYA TUNAI

DANA DESA DALAM PADAT KARYA TUNAI

SAPA INDONESIA - UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa lahir karena...
PEMERINTAH UBAH PENYALURAN PKH DEMI KEJAR TARGET KEMISKINAN

PEMERINTAH UBAH PENYALURAN PKH DEMI KEJAR TARGET KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN SOSIAL akan merubah skema penyaluran...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook