Sejahtera Itu Hak, Kaukus Kemitraan Independen Untuk Pencapaian Kesejahteraan, KKIPK, Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

NILAI TUKAR PETANI DAN HARGA GABAH TURUN, HARGA BERAS NAIK

kemiskinan-NTPdanhargapangan

SAPA INDONESIA - PADA Februari nilai tukar petani dan harga gabah kering panen di tingkat petani turun dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, harga beras di penggilingan naik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada Kamis (1/3) di Jakarta, nilai tukar petani (NTP) pada Februari sebesar 102,33 atau turun 0,57 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,20 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,38 persen.

Rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 5.207 per kilogram atau turun 3,84 persen. Di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.305 per kilogram atau turun 3,70 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada Januari 2018.

Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 10.382 per kilogram atau naik sebesar 0,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata harga beras kualitas medium sebesar Rp 10.215 per kilogram, naik sebesar 0,37 persen. Rata-rata harga beras kualitas rendah sebesar Rp 9.987 per kilogram, naik sebesar 1,99 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, pada bulan Februari harga beras naik karena adanya curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan banjir sehingga gagal panen. "Pada bulan Maret, harga gabah akan turun karena panen raya," kata Suhariyanto saat pemaparan rilis perkembangan nilai tukar petani dan harga produsen gabah.

Dihubungi secara terpisah, Nellys Soekidi, Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta mengatakan, pada bulan Maret harga beras medium di penggilingan menurun dibandingkan dengan bulan lalu. Pada Kamis (1/3), harga beras di penggilingan sebesar Rp 8.788 per kilogram, sedangkan sebulan yang lalu sebesar Rp 9.798 per kilogram.

Adapun harga beras kualitas premium juga menurun dibandingkan bulan lalu, yaitu sebesar Rp 11.500 per kilogram, sedangkan bulan lalu sebesar Rp 12.000. Penurunan tersebut terjadi karena adanya tambahan pasokan beras setelah terjadi panen raya.

Berdasarkan data PT Food Station Tjipinang Jaya, stok beras per 28 Februari terjadi peningkatan. Stok akhir di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebanyak 31.614 ton. Stok awal adalah 30.903 ton.

INFLASI DAN HARGA GABAH MARET 2018Nellys mengatakan, untuk tiga bulan ke depan stok beras di PIBC aman. Pemerintah perlu mewaspadai ketika menjelang bulan November hingga Januari karena masa paceklik.

"Pemerintah harus antisipasi pada musim paceklik dengan operasi pasar, sedangkan ketika harga beras turun, mereka harus membeli beras agar petani tidak rugi," kata Nellys.

Naik

Dibandingkan dengan Februari 2017, rata-rata harga beras di penggilingan pada Februari 2018 semua kualitas naik. Kualitas premium sebesar 10,35 persen, medium sebesar 12,90 persen, dan rendah sebesar 16,34 persen.

Harga tertinggi di tingkat petani Rp 7.500 per kilogram dan di tingkat penggilingan 7.550 per kilogram. Harga terendah di tingkat petani dan penggilingan masing-masing Rp 3.200 per kilogram dan Rp 3.270 per kilogram.

Harga tertinggi di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari kualitas GKP varietas Ciherang di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. harga terendah di tingkat petani dan tingkat penggilingan berasal dari gabah kualitas rendah varietas Mikongga di Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Beras impor

Keputusan pemerintah menyimpan beras impor di Perum Bulog dirasa tepat untuk menjaga keseimbangan harga. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, hasil panen dari petani harus menjadi prioritas untuk didistribusikan ke pasar.

"Pemerintah memiliki peranan untuk penyerapan gabah hasil panen petani sehingga tidak rugi," kata Yunita. Ia menyarankan, melalui data statistik yang ada di lapangan, pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk menjaga kestabilan harga dari semua aspek. Jika setiap daerah dapat disuplai dengan gabah hasil panen petani, maka beras impor tidak perlu diturunkan ke pasar.

Suhariyanto mengatakan, beras impor hanya sebagai cadangan sebab stok beras di Perum Bulog tipis dan tidak ada yang diturunkan ke pasar. "Sudah ada keputusan, Perum Bulog akan menyerap gabah di pasaran agar ada fleksibilitas harga," kata Suhariyanto.

Sumber: Kompas dot com
Di dukung oleh KKIPK (www.kkipk.org)

Terpopuler

Terbaru

KEMDES GANDENG LSM DAN KORPORASI ATASI STUNTING DI DAERAH TERTINGGAL

KEMDES GANDENG LSM DAN KORPORASI ATASI STUNTING DI DAERAH TERTINGGAL

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
MEMBERI BANTUAN BUKAN LANGKAH TEPAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

MEMBERI BANTUAN BUKAN LANGKAH TEPAT DALAM PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - UPAYA pemberdayaan, atau dengan memberi pekerjaan...
LAMONGAN: MENGGALI SEMUA POTENSI EKONOMI DESA

LAMONGAN: MENGGALI SEMUA POTENSI EKONOMI DESA

SAPA INDONESIA - ADA replika buah semangka di gerbang masuk...
PEKALONGAN: PENURUNAN KEMISKINAN BELUM OPTIMAL

PEKALONGAN: PENURUNAN KEMISKINAN BELUM OPTIMAL

SAPA INDONESIA - DPRD Kabupaten Pekalongan menilai kinerja...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook