Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

IFM DAN KKSP TINJAU TINGKAT KEMISKINAN DI MEDAN

kemiskinan-sapa-imffalconmedansosialSAPA - Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP) Medan bekerja sama dengan International Falcon Movement (IFM), melakukan Fieldtrip atau pantauan langsung kelapangan terhadap anak-anak jalanan. Pantauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kemiskinan yang benar-benar sedang menimpa seluruh anak jalanan.

Mereka melihat secara langsung ke lokasi anak-anak jalanan ini biasa berkumpul seperti Simpang Aksara, Simpang Pos, Simpang Juanda, Simang Amplas dan anak-anak jalanan yang berada di kawasan Ring Road. Beberapa perwakilan IFM yang berada di beberapa Negara turut bergabung seperti Kamerun, Spanyol, Belgia, Inggris, dan Kolombia, juga turut ke lapangan.

Fieldtrip ini bertujuan untuk melihat kondisi nyata akan tingkat kemiskinan di Indonesia khususnya kota Medan. Dan untuk IFM sendiri saat ini sedang membuat pendokumentasian tentang tingkat kemiskinan di seluruh dunia. Pendokumentasian ini dilakukan untuk menjawab tentang isu yang mengatakan akan rendahnya tingkat kemiskinan di seluruh dunia.

Alley, salah seorang staf KKSP yang menjadi perwakilan dari IFM juga menjelaskan KKSP sebagai salah satu member di IFM, terus dipantau dengan mengirimkan beberapa perwakilannya untuk meninjau apa saja yang sudah dilakukan oleh KKSP untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia khususnya kota Medan.

"Sebenarnya pembuatan dokumenter tentang kemiskinan itu bertujuan untuk memberitahukan kepada pejabat-pejabat negara manapun, yang mengatakan bahwa kemiskinan itu sudah tidak ada lagi di seluruh dunia. Tetapi dengan dilakukannya fieldtrip tersebut itu menjawab bahwa tingkat kemiskinan di seluruh dunia itu masih banyak," katanya, Minggu (24/2).

Hal ini sangat disayangkan oleh pemerintahan kita, khususnya Dinas Sosial (Dinsos) yang diutus dalam mengurusi perihal ini. Karena mereka sebagai bangsa Indonesia, dianggap tidak memperdulikan nasib serta kesejahteraan dari rakyatnya.

Malah orang-orang dari luar yang perduli akan nasib dari Indonesia. Seharusnya Dinsos lebih tanggap dalam menangani tingkat angka kemiskinan yang menyebabkan banyaknya anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang sering kita lihat di jalan.

Kinerja Dinsosnaker Dianggap Kurang Efektif

Semakin meningkatnya angka kemiskinan, beriring juga meningkatnya kenakalan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja. Salah satu penyebab meningkatnya kenakalan remaja dan anak, menunjukkan hal ini kurangnya perhatian pemerintah terhadap anak-anak jalanan.

Anak-anak jalanan ini sebenarnya bukan seorang kriminil, akan tetapi karena kurangnya pendidikan dan perhatian yang mereka dapat. Inilah yang membuat mereka menjadi terpengaruh dengan lingkungan yang ada. Dahulu, anak-anak turun kejalanan karena disebabkan oleh faktor perkonomian orang tuanya yang minim, sehingga membuat mereka terpaksa turun kejalan.

Sekarang ini yang menjadi penyebab anak-anak ini turun kejalan bukan hanya dari faktor ekonomi saja, melainkan karena permasalahan mereka dalam keluarga ataupun pengaruh pergaulan di jalanan. Hingga akhirnya ikut-ikutan turun kejalan.

Manager Operasional KKSP, Syamsul, menganggap kinerja yang dilakukan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) dalam menangani anak jalanan kuranglah efektif.

Syamsul juga mengatakan Dinsosnaker ini lebih fokus kepada bidang ketenaga kerjaannya saja, sementara bidang sosial yang menjadi tanggung jawab utama sangatlah kurang dijalani. Syamsul menganggap Dinsosnaker kurang efektif dalam menjalankan program dan anggaran perlindungan anak di kota Medan khususnya.

Dan yang menjadi pencetus program perlindungan anak di kota Medan adalah bidang Kesehatan Masyarakat (Kesra) bukan Dinsosnaker itu sendiri. "Hal ini yang membuat saya sedikit bingung dengan kinerja dari Dinsosnaker itu sendiri. Karena sepengetahuan saya masalah anak jalanan ini adalah masalah sosial yang menjadi tanggung jawab dari dinas itu sendiri," katanya.

Seharusnya pihak Dinsos ini dapat memberikan pendidikan, pengarahan, dan juga terhadap perlindungan terhadap anak-anak jalanan ini. Tujuannya agar anak-anak jalanan ini bisa diarahkan ke arah yang positif, sehingga dapat mengurangi tingkat persentase kenakalan yang mereka lakukan serta mengurangi persentase dari anak-anak jalanan.

Anak-anak jalanan ini juga berhak untuk mendapatkan perhatian dan pendidikan dimana ini menjadi tugas utama dari pemerintah. Karena sesuai dengan UUD 1945 yang menyatakan "Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara".

Jadi seharusnya pihak Dinsosnaker harus lebih memperhatikan masalah-masalah sosial yang ada, dan jangan hanya terfokus kepada satu titik permasalahan saja.

 

Sumber : Harianorbit dot com

Terpopuler

Terbaru

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...
KEMISKINAN TERTINGGI DI JABAR, MENSOS TEGASKAN BUTUH STRATEGI KOMPREHENSIF

KEMISKINAN TERTINGGI DI JABAR, MENSOS TEGASKAN BUTUH STRATEGI KOMPREHENSIF

SAPA INDONESIA - MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan...
PEMKAB KULON PROGO RUMUSKAN PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN

PEMKAB KULON PROGO RUMUSKAN PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa...
PEMKAB LAUNCHING SID DAN SIK, PENILAIAN TERHADAP GUNUNGKIDUL SELAMA INI DIANGGAP KONTRADIKTIF

PEMKAB LAUNCHING SID DAN SIK, PENILAIAN TERHADAP GUNUNGKIDUL SELAMA INI DIANGGAP KONTRADIKTIF

SAPA INDONESIA - BERDASARKAN data Badan Pusat Statistik (BPS)...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook