Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DIDUGA DIHAPUS DARI DAFTAR JAMKESMAS WARGA MISKIN BERPENYAKIT AKUT

kemiskinan-pemiskinan-jamkesmas7

SAPA - Tahun 2013 ini banyak pasien dengan penyakit akut seperti penderita gagal ginjal tidak terdata lagi sebagai penerima layanan Jamkesmas dan menimbulkan pertanyaan dari banyak pemerintah daerah, dan masyarakat. Terkesan, pemerintah pusat sengaja menghapus pasien dengan penyakit berat seperti gagal ginjal dalam daftar penerima jamkesmas  2013.Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi publik tentang problem pelayanan jamkesmas yang diselenggarakan oleh portal berita warga http://suarakomunitas.net bersama http://swaranusa.net di kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) propinsi Yogyakarta, pada tanggal 22/02/2013 lalu.

"Kami di Lembaga Ombudsman Daerah Propinsi Yogyakarta, mendapat pengaduan sejumlah 9 kasus tentang jamkesmas, dan kesemuanya adalah pasien penderita gagal Ginjal yang tidak lagi mendapat kartu Jamkesmas di tahun 2013 ini". Ujar Dewi Lestari  dari Lembaga Ombudsman Daerah lebih lanjut ia mengatakan bahwa, berdasar pengaduan tersebut, lembaga Ombudsman Daerah telah mengundang semua dinas kesehatan Kabupaten dan Propinsi di Yogyakarta untuk memediasi persoalan jamkesmas ini. "Dalam forum kami, sejumlah pihak yang hadir dalam pertemuan yang difasilitasi LOD menengarai pemerintah pusat (kementrian kesehatan) terkesan melempar tanggung jawab pelayanan jaminan kesehatan bagi penderita/pasien dengan penyakit akut ke daerah." Ujar Dewi menjelaskan.

Sementara itu, layanan kesehatan di daerah seperti Jamkesda, sangat tergantung dengan ketersediaan anggaran, sehingga layananan yang diberikan oleh jaminan kesehatan daerah tidak bisa full (sepenuhnya) diberikan pada warga. "Sebenarnya persoalan jamkesmas tidak hanya soal distribusi kartu yang salah sasaran, tapi juga tentang layanan jamkesmas yang diskriminatif." Ujar Mustofa (21), salah satu pegiat radio komunitas Sadewo FM. "Di RSUD Wates, Kulonprogo, pasien dengan kartu jamkesmas dibatasi dalam rawat inap hanya dalam waktu tiga hari, selebihnya harus bayar", ujar Mustofa.

Hal senada juga terjadi di Gunungkidul, dimana pasien jamkesmas terpaksa harus selalu mengantri untuk mendapatkan layanan di Rumah Sakit Sardjito kendati ia memegang kartu Jamkesmas. "Saya menemukan kasus serupa, dimana seorang pasien tumor tidak mendapatkan kamar untuk rawat inap di rumah Sakit sardjito, kendati setelah dicek sebenarnya masih ada kamar yang tersedia", ujar Hernindya Wisnu Adjie dari Saluran Informasi Akar Rumput (SIAR) Yogyakarta.

Menilik beragam persoalan tersebut, sejumlah pegiat organisasi masyarakat sipil di Yogyakarta berencana untuk membangun kaukus yang mengadvokasi pemenuhan hak warga miskin dalam mendapatkan layanan kesehatan dari negara.

Pasca diskusi publik ini, para pegiat masyarakaat sipil di Yogyakarta berencana melakukan audiensi dengan Kementrian Kesehatan dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, terkait dengan carut-marutnya implementasi jamkesmas di Republik ini. (Budhi Hermanto)

 

suarakomunitas dot net

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN DAN INVESTASI JADI PR BANJARNEGARA

KEMISKINAN DAN INVESTASI JADI PR BANJARNEGARA

SAPA INDONESIA - KABUPATEN Banjarnegara akan memasuki era baru...
EKONOMI RI TUMBUH, TAPI TANTANGANNYA PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

EKONOMI RI TUMBUH, TAPI TANTANGANNYA PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEREKONOMIAN Indonesia relatif stabil di tengah...
PENGENTASAN KEMISKINAN JADI PRIORITAS RPJMD SOPPENG

PENGENTASAN KEMISKINAN JADI PRIORITAS RPJMD SOPPENG

SAPA INDONESIA - BUPATI Soppeng, Andi Kaswadi Razak mengimbau...
PAKAI DANA DESA UNTUK PRIBADI, KADES DI SUKABUMI INI DITAHAN

PAKAI DANA DESA UNTUK PRIBADI, KADES DI SUKABUMI INI DITAHAN

SAPA INDONESIA - POLISI mengamankan AS, Kepala Desa Sukaresmi...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook