Undang Undang Desa, Kemiskinan, Dana Desa, Pendamping Desa, BUMDes, Pemerintahan Desa, Sistem Informasi Desa, Kesejahteraan, Gerakan Desa SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

ENTASKAN KEMISKINAN, KEMENSOS GELAR PEMANTAPAN PENDAMPING BANSOS

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) RI melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) menggelar pemantapan kepada Pendamping Bantuan Sosial (Bansos) UEP-KUBE Wilayah Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara Tahun 2018. Total jumlah pendamping Bansos yang mengikuti pemantapan 487 orang.

Menteri Sosial RI Idrus Marham mengatakan, pendamping Bansos memiliki peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan. Dia berharap, para pendamping Bansos bisa menjalankan tugasnya dengan baik usai pemantapan yang dilaksanakan hingga Minggu, 13 Mei 2018.

"Sasaran kita, masyarakat miskin yang ada di sana melalui instrumen ini diproyeksikan naik kelas.

Mereka yang semula tergolong masyarakat miskin menjadi masyarakat berdaya dengan usaha yang ada, dan keluar dari status fakir miskin," kata Idrus, pada acara pembukaan pendampingan di Krakatau Room Hotel Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2018 malam.

Politikus Golkar itu menyebutkan, pembekalan merupakan salah satu upaya pemerintah menurunkan angka kemiskinan. Diharapkan, angka kemiskinan di bawah 10 persen.

"Maka ke depan dengan langkah yang kita lakukan ini termasuk pendamping masyarakat terkait dengan kelompok usaha bersama, kita targetkan turun satu digit, dari 10 menjadi 9 persen," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Idrus sekaligus mengingatkan agar para pendamping Bansos memiliki semangat juang tinggi dalam menjalankan profesinya. Sebab, menjadi pendamping Bansos memiliki tantangan tersendiri untuk membangkitkan motivasi masyarakat agar bangkit dari kemiskinan.

"Banyak tantangan baik itu pada diri sendiri maupun tantangan menghadapi masyarakat. Orientasinya, meningkatkan gairah masyarakat yang semula tidak berusaha, kita berikan dorongan agar berusaha. Hal itu perlu perjuangan. Itu yang saya tekankan," ujar dia.

Pada era pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia ((penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) pada September 2017 sebanyak 26,58 juta orang, atau turun 1,19 juta orang dibandingkan Maret 2017 sebesar 27,77 juta orang.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung mengatakan, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tak lepas dari program yang diterapkan pemerintah. Fokus bantuan yang diberikan ditekankan kepada pemberdayaan.

"Karena sesuai arahan Bapak Presiden, di sisa waktu 1,5 tahun ini, kita menginginkan penekanan ke pemberdayaan masyarakat," kata Andi.

Andi menyebutkan pemberdayaan ekonomi dan sosial menjadi tugas utama para pendamping. Diharapkan, melalui kegiatan pemantapan ini bisa meningkatkan kemampuan pendamping dalam memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Tujuan pemantapan dan pendamping adalah untuk mempersiapkan dan menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan bimbingan manajemen dan usaha kepada keluarga," ujar dia.

Pemantapan akan berlangsung selama lima hari. Direktur Penanganan Fakir Miskin Daerah Pesisir, Pulau-pulau Kecil, dan Perbatasan Antar Negara Kementerian Sosial RI, Abdul Hayat mengatakan, pemantapan nantinya akan diisi oleh narasumber lintas sektoral.

"Kita rancang ini agar berkaitan dengan lembaga lain. Contoh, nanti ada dari koperasi, perbankan, karena kita akan mengaitkan dengan ekonomi kerakyatan," kata Hayat.

Para pendamping merupakan orang terpilih. Selain memenuhi kriteria, yaitu pengetahuan dan putra-putri daerah, syarat lain yang menjadi pertimbangan penting yaitu keikhlasan menjalankan profesi.

"Kita juga menekankan keterpanggilan. Ada rasa ikhlas dan cinta kepada pekerjaan itu. Secara teknis apa gunanya, fungsi pendamping dan koordinasi, cara melakukan pendekatan," ucap Hayat.

Keikhlasan pula yang mendorong Jainudin mendaftar sebagai pendamping Bansos mitra Kemensos. Pria 28 tahun itu menyebutkan, ada panggilan jiwa untuk menjalankan profesi mulia.

"Pada dasarnya kami tahu keadaan perekonomian sebagian masyarakat di daerah kami, pesisir pantai, sangat kurang. Oleh karena itu, mudah-mudahan setelah terjun sebagai pendamping bisa membantu masyarakat kurang mampu," kata Jainudin.

Dia mengaku siap menjalankan profesi tersebut. Harapannya, kehadirannya dapat memotivasi masyarakat tidak mampu untuk keluar dari garis kemiskinan.

"InsyaAllah, untuk membantu masyarakat kita siap agar bantuan yang diberikan bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Sumber: Metrotvnews dot com

Terpopuler

Terbaru

TANGGULANGI KEMISKINAN DENGAN PRO-ABES

TANGGULANGI KEMISKINAN DENGAN PRO-ABES

SAPA INDONESIA - KEMISKINAN merupakan masalah bangsa yang harus...
PEMERINTAH DIMINTA DORONG PROGRAM PERHUTANAN GUNA PANGKAS ANGKA KEMISKINAN

PEMERINTAH DIMINTA DORONG PROGRAM PERHUTANAN GUNA PANGKAS ANGKA KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Jokowi-JK terus mendorong berbagai...
PENTINGNYA PENGENTASAN KEMISKINAN BAGI GENERASI MUDA

PENTINGNYA PENGENTASAN KEMISKINAN BAGI GENERASI MUDA

SAPA INDONESIA - DIBUTUHKAN kerja sama untuk memberdayakan...
PETANI INDONESIA MASIH HIDUP DALAM KEMISKINAN

PETANI INDONESIA MASIH HIDUP DALAM KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PENGAMAT Ekonomi Faisal Basri mengungkapkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook