Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TERDAPAT 327 KASUS GIZI BURUK DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

kemiskinan-sapa-sultragzburuk327SAPA - Selama tahun 2012 terdapat 327 kasus gizi buruk. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2011 yang berjumlah 508 kasus angka tersebut didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Amin Yohanis, di Kendari, Rabu (27/2) mengatakan, jumlah kasus gizi buruk yang ditemukan di provinsi Sultra selama empat tahun terakhir menurun signifikan.

"Tahun 2009 ditemukan penderita gizi buruk sebanyak 1.246 kasus, tahun 2010 ditemukan 938 kasus, tahun 2011 ditemukan 508 kasus, dan tahun 2012 ditemukan 237 kasus. Kasus gizi buruk ini ditemukan di semua Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara," katanya.

Tahun 2012, kasus gizi buruk terbanyak di Kabupaten Buton dengan 94 kasus, diikuti Kota Kendari 85 kasus, Muna 31 kasus, Bombana 29 kasus, Kolaka 22 kasus, Konawe 17 kasus, Konawe Utara 17 kasus, Konawe Selatan 16 kasus, Baubau tujuh kasus, Wakatobi enam kasus, Buton Utara dua kasus, dan Konawe Utara satu kasus.

Faktor utama terjadinya gizi buruk di Sultra dipicu masalah ekonomi atau kemiskinan, hal tersebut sangat berkorelasi mengingat makin tinggi angka kemiskinan yang tercermin dari rendahnya tingkat pendapatan, makin tinggi pula potensi terjadinya balita gizi buruk.

"Penyebab lain terjadinya balita gizi buruk adalah pola asuh anak yang salah serta akibat penyakit terutama infeksi," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi Sultra selama ini memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus gizi buruk dengan menjadikan posyandu sebagai ujung tombak dalam melakukan pelayanan.

"Melalui posyandu, kita bisa memberikan pelayanan terhadap ibu hamil agar intens memeriksakan kehamilan, memberikan makanan tambahan ibu hamil, pemberian unsur zat besi pada ibu hamil, hingga pada paska kelahiran anaknya dengan cara memberikan pengetahuan tentang pemberian asupan gizi yang cukup kepada anak," katanya.


Sumber : Beritasatu dot com

Terpopuler

Terbaru

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...
RAKOR KEMISKINAN MINIM DIHADIRI KETUA TPKD

RAKOR KEMISKINAN MINIM DIHADIRI KETUA TPKD

SAPA INDONESIA - RAPAT Koordinasi (Rakor) teknis tentang penanggulangan...
WAGUB: PEMBANGUNAN TIDAK MERATA PEMICU ANGKA KEMISKINAN

WAGUB: PEMBANGUNAN TIDAK MERATA PEMICU ANGKA KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin...
KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook