Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PERTUMBUHAN PARIWISATA DI BALI MENINGKAT NAMUN KEMISKINAN BELUM TERATASI

kemiskinan-pemiskinan-bali

SAPA - Bertumbuhnya pembangunan kepariwisataan dapat seharusnya bisa menjadi pintu masuk bagi kesejahteraan rakyat Bali sehingga daerah ini bebas dari kemiskinan. Namun demikian, kalau pertumbuhannya mengabaikan keseimbangan antar wilayah dan sektor ekonomi, maka justru akan mengakibatkan ketimpangan kesejahteraan Bali.

"Pertumbuhan di Bali akibat pariwisata meningkat, ironisnya kemiskinan juga belum teratasi," ujar Wakil Gubernur Bali AA Ngurah Puspayoga dalam diskusi yang digelar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali di Kuta, Rabu (27/2).

Data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan, pembangunan yang digenjot selama ini, melahirkan pertumbuhan mengesankan sekira 6 persen lebih. Meningkatnya pembangunan, harusnya dibarengi dengan semakin luasnya tercipta lapangan kerja dan pengangguran makin menurun. Namun faktanya, pertumbuhan yang meningkat tersebut tidak menghapuskan kemiskinan di Pulau Dewata.

Menurut Puspayoga, hal itu terjadi karena kondisi selama ini dimana pertumbuhan sangat terpusat di Bali Selatan. Sementara daerah lain seperti Buleleng, Karangasem, Jembrana, Bangli dan Klungkung kurang mendapat perhatian.

Solusinya, kata dia, harus ada pembangunan jaringan infrastruktur yang memudahkan akses turis ke daerah-daerah itu.

"Misalnya untuk Buleleng, saya sepakat dengan Bupati akan mempercepat pembangunan jalan shortcut (lintas) Denpasar-Singaraja sambil menunggu pembangunan bandara," ujarnya.

Selain itu, kesenjangan juga terjadi antara sektor pariwisata dengan pertanian masih terjadi, padahal idealnya keduanya bisa dipadukan. "Hasil pertanian termasuk peternakannya mestinya kita dorong untuk bisa masuk ke hotel," tegasnya.

Hal itu bisa dilakukan dengan membuat regulasi yang melibatkan kalangan pariwisata dan petani dalam pembuatannya sehingga aspirasi kedua pihak terjembatani.

Yang menarik, Puspayoga mengakui, dirinya bukanlah ahli atau pun praktisi pariwisata. Karena itu dia akan melibatkan kalangan pariwisata dalam setiap pengambilan keputusan. "Pegangan saya hanya satu, bagaimana pariwisata tetap di jalur Tri Hita Karana," tegasnya.

 

suarapembaruan dot com

Terpopuler

Terbaru

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

SAPA INDONESIA - RENCANA kerja pemerintah pada 2018 adalah...
MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

SAPA INDONESIA - SAAT ini pembahasan potensi korupsi dana desa...
BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Satgas Dana Desa Bibit Samad Riyanto...
JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus meningkatkan alokasi dana...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook