Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DINKES PACITAN TARIK BANYAK KARTU JAMKESMAS

kemiskinan-pemiskinan-jamkesmas9

SAPA - Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Pacitan Jawa Timur menarik kembali ribuan Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (jamkesmas) yang bermasalah.

Kabid Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Pacitan Ari Priyambodo mengatakan, kartu Jaskesmas tersebut ditarik sebab banyak nama penerima yang ternyata sudah meninggal atau pindah rumah.

Baca juga: Dokter dan Ibu Hamil di Pacitan Terserang Demam Berdarah dan Tiga Instansi Jadi Sorotan Pencegahan Korupsi

Menurut Ari, kartu-kartu yang telah ditarik kemudian dikumpulkan di kantor Dinas Kesehatan. "Ribuan kartu jamkesmas yang bermasalah tersebut akan kita kembalikan ke Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," tuturnya.

Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan kapan penyerahan kartu jamkesmas bermasalah tersebut. Sebab, hingga kini baru 16 dari 24 puskemas yang melaporkan tentang permasalahan tersebut. "Kami masih menunggu laporan dari delapan puskemas yang lain," tuturnya.

Selain itu, ada pula sejumlah kartu jamkesmas salah data yang juga teronggok di dinas kesehatan setempat. Kesalahan tersebut misalnya dalam penulisan nama dan alamat. "Kendati demikian, menurut petunjuk dari petugas Dinkes Jatim, kartu yang berkondisi seperti itu tetap bisa dibagikan. Meskipun untuk penggunannya, warga yang bersangkutan harus meminta surat keterangan dari pemerintah desa tentang kesalahan penulisan data," tandasnya.

Kata Ari, kesalahan penulisan data itu diduga karena human error. Apalagi, masa pembuatan dan pencetakannya nyaris serentak bagi peserta jamkesmas seluruh Indonesia. Bisa jadi penyebabnya saat proses entri maupun pengetikannya. "Seperti Suminem menjadi Surinem, Paidjah menjadi Paijah," sebutnya.

Terkait kesalahan data bagi peserta jamkesmas yang meninggal dunia dan pindah alamat dijelaskannya, kondisi itu buntut dari perbedaaan angka dari hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS) 2008 dan 2011 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, dijadikan patokan oleh TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Berdasarkan PPLS 2011 itulah maka kuota jamkesmas di Pacitan ditetapkan 176.171 orang penerima.

"Kalau di Dinas Kesehatan tidak bisa mengubah data itu. Karena sudah ditetapkan oleh tim dari pusat," imbuhnya.

Karenanya, petugas Dinkes dan jajarannya kerapkali menerima keluhan dari warga. Sebab, ada warga yang di tahun lalu tercatat sebagai peserta jamkesmas tapi di tahun ini tidak. Belum lagi, adanya PNS yang juga masuk sebagai daftar penerima kartu jaminan kesehatan tersebut.

"Sesuai informasi dari petugas Dinkes Jatim akan ada penambahan kuota. Mudah-mudahan warga miskin yang belum masuk bisa terakomodir semua," pungkasnya.

 

lensaindonesia dot com

Terpopuler

Terbaru

PARA PEREMPUAN DIAJAK TINGKATKAN AKTIVITAS POLITIKNYA

PARA PEREMPUAN DIAJAK TINGKATKAN AKTIVITAS POLITIKNYA

SAPA INDONESIA - PARA perempuan diajak untuk meningkatan aktivitas...
PENDAPATAN DAERAH OVER TARGET RP18,4 MILIAR

PENDAPATAN DAERAH OVER TARGET RP18,4 MILIAR

SAPA INDONESIA - PENDAPATAN Asli Daerah Pemerintah Kabupaten...
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA MASIH MINIM

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA MASIH MINIM

SAPA INDONESIA - BEBERAPA desa di Kabupaten Temanggung mengaku...
ANGKA INFLASI DAN KEMISKINAN DI KLATEN TURUN

ANGKA INFLASI DAN KEMISKINAN DI KLATEN TURUN

SAPA INDONESIA - PEMKAB Klaten mengklaim inflasi dan jumlah...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook