Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PERLU LANGKAH AKSELERASI TURUNKAN KEMISKINAN DI WONOGIRI

 kemiskinan-pemiskinan-mensos7

SAPA - Perlu dilakukan langkah akselerasi (percepatan) untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri. Sebab, jumlah kemiskinan yang mencapai 28 persen, itu dinilai melebihi rata-rata kemiskinan nasional yang angkanya hanya 11 persen. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Dr Salim Segaf Al Jufri.

Demikian dikemukakan Mensos, Senin (4/3), saat berkunjung ke Kabupaten Wonogiri. Kunjungan kerja Mensos bersama rombongan ini, diterima resmi Bupati Danar Rahamanto di pendapa Kabupaten Wonogiri. Kehadirannya, disuguhi seni kerawitan cokekan dari group Wisata Raras dan tarian khas tradisional Kethtek Ogleng.

Dalam kesempatan itu, Mensos menyerahkan bantuan sosial yang totalnya sebanyak Rp 769,5 juta.

Penyerahannya diterimakan melalui Bupati Danar Rahmanto, Kepala Dinsos Wonogiri Drs Sungkono MM, para pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) untuk penderita cacat, LKS bagi lanjut usia, dan LKS anak termasuk diberikan pula kepada anak terlantar, anak korban kekerasan serta anak jalanan.

Kata Mensos, percepatan penanganan masalah sosial masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, dapat dipercepat manakala pemerintah bersama seluruh masyarakatnya, dengan semangat kerja keras dan mau bahu-membahu, punya kesamaan langkah dan kemauan yang tinggi.

''Dengan cara ini, angka kemiskinan Wonogiri niscaya secara bertahap akan turun dari semula 28 persen menjadi 20 persen, dan kelak akan turun lagi menjadi 11 persen,'' ujar Mensos.

Mensos memuji langkah masyarakat yang selama ini solid ketika menghadapi bencana alam, melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. Melalui sikap kebersamaan yang demikian ini, tambah Mensos, hendaknya terus ditingkatkan untuk menghindari kemunculan konflik sosial dan bencana sosial.

''Saya berharap, konflik sosial yang terjadi di daerah lain, jangan sampai muncul di Wonogiri. Sebab di suatu daerah, ada pembakaran ratusan rumah, hotel dan penghancuran tempat ibadah,'' tandas Mensos.

Kepada masyarakat juga diseru agar mampu menjaga alam dan lingkungannya. Sebab, tandas Mensos, kemunculan bencana banjir bandang sering dipicu adanya pembalakan liar. Ingatlah, alam dan lingkungannya ini, disamping untuk generasi sekarang, itu juga dimiliki oleh anak dan cucu kita.

Bupati Danar Rahmanto, sebelumnya menyampaikan laporan tentang situasi dan kondisi geografi serta demografi Kabupaten Wonogiri. Yakni daerah yang bebukit-bukit, yang rawan bencana longsor dan banjir. Daerah kabupaten dengan jumlah penduduk 1,2 juta jiwa ini, memiliki jumlah warga miskin sebanyak 28 persen dan rentan terhadap masalah sosial.

Jumlah penduduk yang rawan masalah sosial, di Kabupaten Wonogiri mencapai sebanyak 26 ribu orang. ''Sedangkan rumah yang tidak layak huni jumlah mencapai 9.330 rumah,'' kata Bupati Danar.

 

suaramerdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook