Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MASIH DITEMUKAN WARGA MISKIN YANG TERABAIKAN KESEHATANNYA

kemiskinan-pemiskinan-jamkesmas5

SAPA - Seruan  dari Wali Kota Bogor H Diani Budiarto kepada pihak rumah sakit agar melayani warga tidak mampu dengan sebaik-baiknya, ternyata belum berjalan maksimal. Kenya­taannya, masih ditemukan warga miskin yang terabaikan kesehatannya.
Urip Samsdin (35), warga RT 02 RW 09, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, terbaring tak berdaya sejak tiga tahun lalu. Kedua kakinya membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kaki pemuda ini terlihat hitam seperti bekas terbakar. Namun karena keterbatasan biaya, Urip sudah tidak lagi berobat.

Urip yang tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah tidak layak huni, sangat membutuhkan bantuan. Menurut Ny Arum (50), ibu kandung Urip, nasib yang menimpa anaknya berawal ketika pemuda itu mengidap penyakit diabetes sekitar tahun 2006. Urip yang dulu kerja sebagai penjaga toilet umum di Stasiun Bogor dan merangkap juru parkir motor, suatu ketika kakinya terjepit standar motor hingga luka, tapi luka itu diabaikan.

Ternyata, luka tersebut mengalami infeksi dan kaki­nya mengalami pembusukan. Kian hari kondisinya semakin parah karena menjalar ke kedua kakinya. Tetangga sekitar yang mengetahui penyakit yang diderita Urip, akhirnya membawanya ke puskesmas. "Hingga saat ini kondisi kaki­nya makin parah, timbul bau tak sedap dari luka tersebut. Kemarin-kemarin bahkan ada ulat yang keluar dari lukanya,'' kata Arum.

Berbagai upaya dilakukan Ny Arum untuk menyembuhkan penyakit anaknya, termasuk mengajukan bantuan
pengobatan ke pihak terkait, termasuk ke Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Namun upaya itu bak angin lalu saja, sampai sekarang Urip belum mendapatkan perhatian. "Saya sudah berkali-kali bulak-balik ke Dinas Kesehatan (Dinkes), tapi tidak ada tanggapan,'' kata Ny Arum.

Tragisnya, Ny Arum yang baru mendapatkan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pada 2012 belum bisa merasakan manfaat Jamkesmas tersebut.

Pasalnya, proses pengurusan perobatan dengan Jamkesmas sulit. Kini perempuan tersebut berharap Pemerintah Kota Bogor maupun para dermawan bersedia mengulurkan bantuannya untuk menolong Urip.

"Saya berharap bantuan dari siapa pun yang berhati mulia untuk dapat menyembuhkan anak saya,'' ujar Ny Arum.

 

cetak dot shnews dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN TERTINGGI DI JABAR, MENSOS TEGASKAN BUTUH STRATEGI KOMPREHENSIF

KEMISKINAN TERTINGGI DI JABAR, MENSOS TEGASKAN BUTUH STRATEGI KOMPREHENSIF

SAPA INDONESIA - MENTERI Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan...
PEMKAB KULON PROGO RUMUSKAN PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN

PEMKAB KULON PROGO RUMUSKAN PEMUTAKHIRAN DATA KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa...
PEMKAB LAUNCHING SID DAN SIK, PENILAIAN TERHADAP GUNUNGKIDUL SELAMA INI DIANGGAP KONTRADIKTIF

PEMKAB LAUNCHING SID DAN SIK, PENILAIAN TERHADAP GUNUNGKIDUL SELAMA INI DIANGGAP KONTRADIKTIF

SAPA INDONESIA - BERDASARKAN data Badan Pusat Statistik (BPS)...
PERLU PEMETAAN UNTUK MAKSIMALKAN PEMBANGUNAN DI TIAP DESA

PERLU PEMETAAN UNTUK MAKSIMALKAN PEMBANGUNAN DI TIAP DESA

SAPA INDONESIA - KABUPATEN Purworejo yang terdiri dari 16 Kecamatan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook