Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MENKO KESRA MEMUJI KEMAMPUAN SULAWESI TENGAH MENEKAN KEMISKINAN

kemiskinan-pemiskinan-menkokesra

SAPA - Kemampuan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menurunkan angka kemiskinan menjadi 14,94 persen pada 2012 mendapat pujian dari Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, meski angka tersebut masih di atas rata-rata nasional.

"Kemiskinan nasional pada September 2012 mencapai 11,6 persen. Masih ada perbedaan dengan Sulawesi Tengah, tetapi sebelumnya kemiskinan di Sulawesi Tengah tinggi," kata Agung Laksono pada pembukaan program Geospasial untuk Sulawesi di Palu, Rabu.

Dalam lima tahun terakhir angka kemiskinan di Sulawesi Tengah terus ditekan dari 20,75 persen pada 2008 menjadi 18,98 persen 2009.

Pada 2010 angka kemiskinan hanya turun sedikit menjadi 18,07 persen. Tahun 2011 turun drastis menjadi 15,83 persen. Tahun 2012 angka kemiskinan menjadi 14,94 persen.

Agung mengatakan meskipun angka kemiskinan mengalami penurunan tetapi gini rasionya atau tingkat kesenjangan kemiskinan juga perlu menjadi perhatian sehingga tidak terjadi kesenjangan yang terlalu timpang.

Indeks gini Sulawesi Tengah mencapai 0,34 pada 2011 semantara nasional sebesar 0,40 persen.

"Sekarang tidak saja dilihat dari tingkat kesmikinan tetapi kedalaman dari kemiskinan itu seperti apa," katanya.

Agung mengatakan dirinya percaya kepada pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dapat menekan ketimpangan pendapatan yang masih terjadi di daerah ini.

Menko mengatakan pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional pada akhir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dapat ditekan di bawah 10 persen yakni berkisar delapan persen.

Agung mengatakan dengan kegiatan pemetaan rupabumi diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah daerah dalam menarik investasi sehingga laju pertumbuhan ekonomi dapat dipacu.

"Investasi akan lebih kencang kalau didukung dengan pemetaan yang akurat dan cukup," katanya.

Menurut Agung, terjadinya tumpang tindih lahan di sektor pertambangan salah satunya akibat belum lengkapnya penyahian data geospasial.

"Karena fakta rupabumi kita yang lengkap ada di Amerika dan Belanda," katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan kinerja ekonomi di Sulawesi Tengah mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,27 persen pada 2012. Pertumbuhan itu naik sedikit dibanding 2011 yang hanya 9,16 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 6,23 persen.

Longki juga mengatakan kegiatan Geospasial untuk Sulawesi diharapkan bisa menjadi alat bantu bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan pengambilan keputusan.

Untuk informasi geospasial, Sulawesi Tengah telah bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam pembuatan peta tematik sumberdaya lahan yang dilaksanakan di setiap kabupaten sejak 2010.

BIG sendiri menargetkan peta dasar rupabumi Sulawesi skala 1:25.000 akan rampung 2013.

 

antaranews dot com

Terpopuler

Terbaru

KE ISTANA, BIBIT SAMAD BAHAS DANA DESA DENGAN TETEN MASDUKI

KE ISTANA, BIBIT SAMAD BAHAS DANA DESA DENGAN TETEN MASDUKI

SAPA INDONESIA - KETUA Satgas Dana Desa Bibit Samad Rianto...
60 PERSEN DESA SUDAH TERAPKAN SISTEM INFORMASI

60 PERSEN DESA SUDAH TERAPKAN SISTEM INFORMASI

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)...
PENURUNAN DANA DESA GUNUNGKIDUL BELUM DISOSIALISASIKAN

PENURUNAN DANA DESA GUNUNGKIDUL BELUM DISOSIALISASIKAN

SAPA INDONESIA - PAGU anggaran dana desa 2018 dari Pemerintah...
AWASI DANA DESA, KAPOLDA MOU DENGAN GUBERNUR JATIM

AWASI DANA DESA, KAPOLDA MOU DENGAN GUBERNUR JATIM

SAPA INDONESIA - KAPOLDA Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin melakukan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook