Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEMISKINAN DAN KEKERASAN MENJADI ISU KRUSIAL AGENDA MDGS

kemiskinan-pemiskinan-mdgs

SAPA - Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan masih terus berlanjut setiap hari di berbagai penjuru dunia, baik di dalam rumah tangga maupun di ruang publik, meskipun telah terdapat capaian dan kemajuan dalam memajukan hak-hak perempuan.

Kemiskinan juga merupakan hambatan utama dalam upaya pemajuan kaum perempuan, dan hal ini terlihat dari fakta bahwa kemiskinan memperlambat pencapaian sasaran-sasaran dalam Millennium Development Goals (MDGs).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar, dalam pernyataan yang mewakili seluruh negara ASEAN pada Sidang Komite tentang Status Perempuan PBB (Commission on the Status of Women/CSW) sesi ke-57, yang tengah berlangsung di Markas Besar PBB, New York, 4-15 Maret 2013 dengan tema prioritas "The elimination and prevention of all forms of violence against women and girls".

"Untuk itu, Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya mendesak agar isu gender diangkat dalam agenda pembangunan pasca 2015, baik di negara berkembang maupun negara maju," ditegaskan Menteri Linda Gumelar. Dalam kaitan ini, "CSW didorong untuk melakukan upaya aktif guna memastikan sentralitas isu perempuan dalam agenda pembangunan pasca 2015," ucapnya.

Sikap ASEAN dalam menghadapi kekerasan terhadap perempuan telah tercermin dalam sebuah deklarasi tentang perempuan pada tahun 2004 yang mana kawasan ini mendukung kebijakan dan program dalam sistem nasional sebagai bagian dari pendekatan yang terintegrasi dan menyeluruh.

"ASEAN Declaration on the Elimination of Violence against Women" yang disahkan pada tahun 2004. Karena itu, ASEAN mendukung sepenuhnya kebijakan dan program dalam sistem nasional sebagai bagian dari pendekatan yang terintegrasi dan menyeluruh untuk memperkuat pengarusutamaan jender dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Pemerataan pembangunan dan perdamaian tidak akan pernah terjadi pada masyarakat yang tidak dapat memastikan perlindungan bagi kaum perempuan dan anak dari tindak kekerasan," ucapnya

Di sela-sela Sidang, Menteri Linda Gumelar juga mengadakan pertemuan bilateral dengan mitranya dari Spanyol, Norwegia dan Inggris untuk membicarakan pendekatan dan kesamaan pandangan guna menghindari terulangnya kegagalan Sidang CSW tahun sebelumnya.

Menteri Linda Gumelar juga bertindak selaku salah satu pembicara dalam side event yang diselenggarakan oleh Menteri Urusan Keluarga dan Kebijakan Sosial Turki tentang "Legal Reforms and Best Practices" dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

CSW merupakan badan subsider dari ECOSOC yang beranggotakan 45 negara sebagai badan utama pengambil keputusan global terkait kesetaraan jender dan pemajuan perempuan. Indonesia merupakan anggota CSW untuk periode 2013-2016, setelah terakhir menjadi anggota pada periode 2007-2010.

 

pedomannews dot com

Terpopuler

Terbaru

KEPALA DESA KHAWATIR RASTRA DIPOLITISASI

KEPALA DESA KHAWATIR RASTRA DIPOLITISASI

SAPA INDONESIA - KEPALA desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur,...
15 KABUPATEN DI JATENG MASUK ZONA MERAH KEMISKINAN

15 KABUPATEN DI JATENG MASUK ZONA MERAH KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - SEBANYAK 15 kabupaten di Jawa Tengah masuk...
FAO MINTA PEMERINTAH RI GENJOT PEMBANGUNAN DI PEDESAAN

FAO MINTA PEMERINTAH RI GENJOT PEMBANGUNAN DI PEDESAAN

SAPA INDONESIA - FOOD Agriculture Organization (FAO) of United...
MENGGENJOT PEMBANGUNAN DESA

MENGGENJOT PEMBANGUNAN DESA

SAPA INDONESIA - MEMBANGUN dari desa merupakan salah satu prioritas...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook