Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MODAL RP.25 JUTA UNTUK 1.500 WIRAUSAHAWAN

kemiskinan-pemiskinan-wirausaha

SAPA - Tahun ini penyelenggara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) menggelar Ajang kompetisi bisnis bagi para wirausahawan pemula. Sekitar 1.500 pemenangnya, masing-masing akan mendapat modal senilai Rp 25 juta.

GKN diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu, diadakannya GKN merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai target tingkat pengangguran di Indonesia bisa menurun dari 7% pada tahun 2011 menjadi 5–6% pada 2014.

Tidak hanya itu, sasaran pemerintah juga agar pertumbuhan ekonomi bisa naik dari 6,5% pada tahun 2011 menjadi 7,7% pada 2014, serta tingkat kemiskinan turun dari 12,5% pada 2011 menjadi 8–10% pada 2014.

Salah satu program Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua ini dirasa perlu direalisasikan secara bertahap dengan sasaran akhir berupa lahirnya wirausaha–wirausaha baru yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tahapan–tahapan wirausaha ini khususnya peningkatan motivasi, minat, dan semangat serta cara berwirausaha.

Adanya event tahunan dari Kementerian Koperasi dan UKM ini dimaksudkan untuk menciptakan karakter–karakter wirausaha yang tangguhg dan handal, memiliki daya kreativitas dan inovasi yang tinggi sehingga mampu bersaing di globalisasi perekonomian. Event ini diselenggarakan mengingat tingginya jumlah pengangguran dari kalangan terdidik, yaitu lulusan SLTA dan perguruan tinggi yang kurang berminat untuk berwirausaha.

Beberapa hal yang menyebabkan minimnya minat kaum muda Indonesia terhadap wirausaha adalah sistem pendidikan nasional yang kurang memberikan pengetahuan soft–skill, adanya budaya dalam masyarakat dan tidak memiliki entrepreneurship, di mana umumnya orang tua menginginkan anaknya yang telah menyelesaikan pendidikan menjadi pegawai atau karyawan.

Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional mengenai minat lulusan tingkat pendidikan terhadap wirausaha cukup mencengangkan, di mana 22,63% berasal dari lulusan SLTA dan 6,14% dari lulusan perguruan tinggi. Sementara, sebanyak 32,46% mereka lulusan SD dan SLTP justru memiliki kemandirian untuk membuka usaha sendiri.

Dari data tersebut, ada kecenderungan lulusan SLTA sebesar 61,87% dan sarjana sebesar 83,20% memilih bekerja kantoran menjadi pegawai atau karyawan dibandingkan menjadi wirausaha. Dapat disimpulkan, bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin rendah kemandirian dan motivasi untuk berwirausaha.

Melihat hal ini, pemerintah melakukan berbagai upaya, salah satunya yang sedang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan ialah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah serta pengembangan kerwiraausahaan, khususnya untuk kalangan terdidik. Selain itu, pengembangan jiwa dan semangat kewirausahaan juga diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bagi mereka yang usahanya sudah berjalan.

Adanya kebutuhan pengambangan kewirausahaan di Indonesia yang cukup mendesak, mendorong pemerintah untuk mengesahkan UU Nomor 20 Rahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Dari aspek kewirausahaan, dalam kurun beberapa tahun terakhir angka wirausaha meningkat. Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia telah mencapai 3.707.205 orang atau sekitar 1,56 dari total penduduk Indonesia. Untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan, angka ideal wirausahawan sebesar 2% dari populasi penduduk.

Dalam hal ini, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand Korea Selatan, dan Amerika Serikat yang jumlahnya mencapai 2,1–11,5% dari total penduduknya.

Kementerian Koperasi dan UKM menyadari bahwa pentingnya wirausaha lahir dan berkembang demi kemajuan ekonomi Indonesia. Untuk itu dikembangkan program Penumbuhan dan Pengembangan Sarjana Wirausaha (PPSW) yang bermaksud untuk menciptakan wirausaha baru dan lapangan pekerjaan dari kalangan lulusan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan sekrot usaha unggulan daerah dalam wadah koperasi.

Program ini diperuntukkan bagi para lulusan perguruan tinggi/sarjana yang beberapa tahun belum mendapat pekerjaan atau masih menganggur. Kemudian mereka direkrut melalui proses seleksi untuk menjadi wirausaha, selanjutnya yang terseleksi diberi pelatihan kewirausahaan baik teknis maupun manajerial dan fasilitasi akses permodalan yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya. Program PPSW ini juga menjadi substansi acara pada peringatan GKN ketiga yang akan di laksanakan di Gelora Bung Karno.

 

pesatnews dot com

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook