Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BUTUH 72 TAHUN LAGI UNTUK PENUHI ALIRAN LISTRIK DIWONOGIRI

kemiskinan-sapa-wonogiributuhlistrikSAPA - Ditengah berkembangnya perekonomian Indonesia yang membaik, masih ada daerah yang belum teraliri listrik. Pemkab Wonogiri membutuhkan waktu sekitar 72 tahun lagi untuk memenuhi kebutuhan listrik di seluruh Kabupaten Wonogiri. Di sisi lain, target pemerintah secara nasional untuk memnuhi kebutuhan listrik secara merata di Indonesia saat berusia 75 tahun atau pada 2020.

Kepala Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Wonogiri, Arso Utoro, mengatakan target itu cukup berat jika hanya mengandalkan dana dari APBD kabupaten.
"Target itu cukup berat, tetapi apabila dibantu dari berbagai pihak, maka bisa lebih ringan. Kami memang membutuhkan penanganan segera untuk pemenuhan kebutuhan listrik ini," katanya .

Terpisah, Kabid Geologi Air Tanah dan Energi, Eko Septaningsih, mengatakan anggaran yang ada dari APBD kabupaten saat ini hanya bisa digunakan dua titik.
"Anggaran dari APBD rata-rata Rp700 juta/tahun. Dulu, bisa untuk perluasan lima sampai enam titik. Tapi, saat ini hanya bisa untuk dua titik," katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Menurutnya, hal itu dipengaruhi lokasi yang berada di pegunungan dan lereng bukit dengan jarak tiang rata-rata ratusan meter hingga ada yang 2,8 kilometer. Jarak itu dihitung dari titik tiang listrik terdekat dengan wilayah yang belum dialiri listrik.

Saat ini, lanjut dia, masih ada 145 dusun di 52 desa/kelurahan di 16 kecamatan yang belum dialiri listrik dengan jumlah penduduk sekitar 3.700 jiwa.
"Masih ada sekitar 19% wilayah di Wonogiri yang belum dialiri listrik. Di antaranya Pracimantoro, Batuwarno, Baturetno, Eromoko, Giriwoyo, Wuryantoro, Tirtomoyo, Selogiri dan Karangtengah. Bahkan, di Kecamatan Wonogiri juga ada dusun yang belum dialiri listrik," ujarnya.

Ia menyatakan anggaran Rp700 juta tersebut paling banyak digunakan pengadaan tiang dan kabel karena setiap 50 meter harus diberi satu tiang.
"Kalau letaknya di bukit, jumlah tiang bisa lebih banyak lagi. Ada yang setiap 35 meter, 40 meter atau 45 meter harus dipasang tiangnya," imbuhnya.

Eko mencontohkan seperti di Dusun Gunung Wangunan di Desa Gedongrejo, Kecamatan Giriwoyo. Jarak tiang listrik terakhir ke wilayah itu sejauh 2.800 meter, sehingga membutuhkan sekitar 56 tiang listrik dengan jarak antartiang 50 meter.

 

Sumber : Solopos dot com

Terpopuler

Terbaru

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...
PROGRAM GERBANG DESA UNTUK MEMPERKECIL KESENJANGAN PEMBANGUNAN

PROGRAM GERBANG DESA UNTUK MEMPERKECIL KESENJANGAN PEMBANGUNAN

SAPA INDONESIA - SEKRETARIS Daerah Provinsi Lampung Sutono...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook