Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, PKH, Raskin, Jamkesmas, Jamkesda, BLT, BOS, BSM, PNPM Mandiri, KUR SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SKPD TERLALU MULUK-MULUK DALAM MENYUSUN RENCANA KERJA (RENJA) 2014

kemiskinan-sapa-karanganyarskpdSAPA - Dalam menyusun rencana kerja (renja) program tahun 2014, Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Karanganyar dinilai terlalu muluk-muluk. Saat Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) usulan mencapai Rp 701 miiar untuk program 2014.

''Padahal kemampuan anggaran daerah paling banyak hanya Rp 300 miliar saja. Jadi ini akan menjadi pembahasan cukup pelik menentukan prioritas mana yang harus diambil. Sebab satu sama lain pasti ingin diloloskan,'' kata Sutarno, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Karanganyar.

Musrenbang tingkat kabupaten dibuka Bupati Rina Iriani, dan dihadiri Kabid Pembinaan Mental Bappeda Provinsi Jateng, Gunawan Sudarsono. Hasilnya akan dipakai acuan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pembangunan Daerah (RAPBD) 2014.

Dia mengatakan harus diakui masih banyak instansi yang tidak mau melihat kecenderungan penganggaran yang disusun selama tahun-tahun sebelumnya. Padahal hamper tidak ada perubahan signifikan yang menjadi tren anggaran.

''APBD Karanganyar habis untuk gaji pegawai mencapai 70 %. Karena itu maksimal anggaran yang tersisa hanya 30 % saja. Kalau tahun ini APBD total Rp 1,2 triliun, maka paling banyak hanya ada Rp 300 miliar saja untuk program pembangunan.''

Karena itu jika SKPD menyusun renja naik mencapai 200 % dari tahun sebelumnya, dipastikan tidak bisa dipenuhi seluruhnya. Sebab tidak ada pertumbuhan sampai dua kali lipat. Karena itu pasti harus ada yang dicoret jika tidak sangat prioritas.

''Penentuan prioritas itu sangat perlu, dan setiap SKPD semestinya mengetahui betul. Program mana di wilayah mana, yang mestinya diprioritaskan, disesuaikan dengan renja Pemprov bahkan renja secara nasional. Dengan begitu, tidak ada tumpang tindih,'' kata Sutarno.

Bupati Rina Iriani menambahkan, harus ada pemetaan yang tepat sehingga hasil musrenbang bisa benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang paling dasar. Apalagi anggaran yang digunakan lebih banyak bergantung pada DAU dan DAK dari APBN.

''Saya masih mendengar ada masukan dari masyarakat, salah sasaran dalam mengalokasikan program. Contohnya ada 100 warga penerima bantuan RTLH (rumah tidak layak huni) pada 2012 ini. Kalau 500 rumah salah 100, itu sangat banyak,'' kata dia.

Juga ada salah sasaran dalam pemberian bantuan sapi, karena mestinya yang diberi warga yang kurang mampu. Tetapi kenyataan di lapangan, banyak yang warga mampu, karena memiliki banyak ternak sapi, malah memperoleh bantuan.

''Itu karena tidak ada mapping yang jelas, di samping control yang lemah. Karena itu masyarakat harus mengawasi, mengevaluasi, dan ikut melaporkan jika ada yang salah dalam pengalokasian program pembangunan,'' tandasnya.

Gunawan Sudarsono dari Bappeda Provinsi Jateng mengatakan, masih ada tiga kecamatan yang masuk kategori merah di Karanganyar. Yakni Jenawi, Jumapolo, Jatiyoso, dengan tingkat kemiskinan mencapai 13 – 26,4 %.

''Angka kemiskinan di Karanganyar masih 124.429 jiwa pada 2011 atau 15,29 %. Itu terutama ada di tiga kecamatan tersebut. Karena itu mestinya program diarahkan ke sana untuk mengurangi kemiskinan secara signifikan,'' tegasnya.

 

 

Sumber : Suara merdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

MENDES SARANKAN LAPORAN KEMENDES DIAUDIT ULANG

MENDES SARANKAN LAPORAN KEMENDES DIAUDIT ULANG

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
MENDES SARANKAN LAPORAN KEMENDES DIAUDIT ULANG

MENDES SARANKAN LAPORAN KEMENDES DIAUDIT ULANG

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...
PROGRAM PETA DESA TERANCAM MANDEK

PROGRAM PETA DESA TERANCAM MANDEK

SAPA INDONESIA - PROGRAM peta dasar untuk tingkat perdesaan...
PEREMPUAN ADAT TERABAIKAN

PEREMPUAN ADAT TERABAIKAN

SAPA INDONESIA - MESKIPUN telah meratifikasi Konvensi PBB mengenai...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook