Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PERBAIKAN RUMAH TAK LAYAK HUNI SEBAGAI UPAYA MENDORONG PENCAPAIAN MDGS

kemiskinan-pemiskinan-mdgs2015

SAPA - Kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni di Indonesia diyakini mampu membantu mengentaskan kemiskinan, mengurangi terjangkitnya penyakit dan kematian ibu dan anak yang menjadi bagian dari tujuan pembangunan milenium atau Millenium Development Goals (MDGs).

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan Kementerian Sosial (Kemsos) tentu akan terus memberi kontribusi agar pencapaian MDGs yang akan berakhir tahun 2015 tercapai. Ia pun optimistis sasaran dan tujuan MDGs yang dilakukan selama ini mampu memenuhi target MDGs tersebut.

MDGs yang akan berakhir tahun 2015 memiliki delapan sasaran yakni pengentasan kemiskinan dan kelaparan ekstrem, pemerataan pendidikan dasar, mendukung adanya persamaan gender dan pemberdayaan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, perlawanan terhadap HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lain, menjamin daya dukung lingkungan hidup, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

"Di Indonesia memang masih banyak rumah tidak layak huni. Sarana lingkungan pun masih banyak yang belum memadai dan perlu perhatian serius. Bahkan di kota-kota, harus ada upaya mengubah perilaku hidup bersih, sehat dan rapi," katanya di sela program Bedah Kampung di Desa Monano, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (19/3).

Kemsos menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni tahun 2013 sejumlah 10.000 rumah. Hanya saja Kemsos menurut Salim hanya mampu memperbaiki 20.000 rumah saja, 80.000 rumah tidak layak huni lainya diharapkan adanya keterlibatan pemerintah daerah dan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

"Perbaikan rumah tidak layak huni membangun semangat kesetiakawanan sosial, gotong royong dan kebersamaan. Banyak dunia usaha tertarik ikut program bedah kampung," ucapnya.

Mensos berharap program bedah kampung memberi harapan kepada keluarga miskin. Sebab inti kesetiakawanan sosial adalah sikap peduli dan berbagi untuk membantu yang lemah.

Dalam bedah kampung di Desa Monano, Kemsos memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 miliar untuk perbaikan 150 uni rumah tidak layak huni, bantuan kelompok usaha bersama kepada 15 kelompok sebesar Rp 300 juta serta bantuan 3 unit sarana lingkungan senilai Rp 150 juta.

Mensos menambahkan dalam upaya pencapaian MDGs, salah satu program Kemsos yang terkait adalah program keluarga harapan yang tahun 2013 menyentuh 2,4 juta rumah tangga sangat miskin

Dalam program ini dipastikan bantuan untuk ibu hamil sehingga mengurangi kematian ibu dan anak, juga diberikan bantuan pendidikan dan kesehatan yang semuanya dimonitor.

 

Kerja Sama Kemenpera

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemsos dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melakukan kerja sama perbaikan rumah tidak layak huni mulai tahun ini. Ditargetkan 387.000 rumah tidak layak huni dari peserta program keluarga harapan (PKH) akan dibedah.

Sejak PKH dimulai tahun 2007 terdapat 387.000 rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang rumahnya masih tidak layak huni. Bahkan memasuki tahun 2013 terdapat 2,4 juta RTMS dalam PKH diperkirakan dua pertiga atau sekitar 1,5 juta RTSM masih menempati rumah tidak layak huni.

Kemenpera sendiri memiliki program setiap tahunnya memperbaiki 250.000 rumah tidak layak huni dengan dana Rp 7,5 juta per rumah. Hingga tahun 2014 ditargetkan 1 juta rumah tidak layak huni akan diperbaiki.

Sementara itu, terkait bedah kampung di desa Monano, Mensos menyatakan desa tersebut berada di wilayah yang angka kemiskinannya berada di atas rata-rata nasional yakni 17,22 persen sehingga menjadi prioritas. Ia pun meminta keterlibatan daerah untuk menangani kemiskinan secara komprehensif.

Mensos pun berpesan agar daerah juga mengarahkan konsep hadirnya desa sejahtera yang tidak hanya mengatasi kemiskinan tetapi juga ramah terhadap anak terlantar, lansia yang penyandang disabilitas.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengakui angka kemiskinan di wilayahnya yang mencapai 17,22 persen memerlukan penanganan dan perhatian yang kontinu dari semua pemangku kepentingan (stakeholder).

"Provinsi ini mendapat anggaran dekonsentrasi sebesar Rp 15,7 miliar, tugas perbantuan Rp 5,6 miliar. Kami berharap adanya bantuan dan kerja sama agar program-program kami terus berjalan," ucapnya.

Salah seorang warga yang rumahnya dibedah Imran (30) mengaku senang, rumahnya yang berdinding bambu akan dipugar. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pembuatan batako berharap bantuan ini bisa menggiringnya keluar dari kemiskinan.

Saat Mensos mengunjungi rumahnya yang berukuran sekitar 4X3 meter itu, hanya terdapat satu ruang tamu, satu kamar dan dapur yang beralaskan papan.

Mensos pun sempat memberikan nama kepada bayi Imran yang sudah dua bulan belum diberikan nama dan sehari-hari hanya dipanggil nunu sebutan kesayangan bagi anak kecil di daerah itu.

Anak kedua pasangan Imran dan Djumiati tersebut akhirnya diberi nama Mohammad Fatih. Mensos yang sempat menggendong bayi tersebut mengungkapkan anak tersebut sehari-harinya akan dipanggil Fatih yang artinya pembuka.

"Apalagi keluarga ini akan pindah dari rumah tidak layak huni. Pembuka ini awal untuk kebutuhan yang lebih baik ke depannya," ujar Mensos.

 

koranindonesia dot com

Terpopuler

Terbaru

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

SAPA INDONESIA - RENCANA kerja pemerintah pada 2018 adalah...
MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

SAPA INDONESIA - SAAT ini pembahasan potensi korupsi dana desa...
BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Satgas Dana Desa Bibit Samad Riyanto...
JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus meningkatkan alokasi dana...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook