Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

WARGA DIMINTA TIDAK MENJUAL KEMBALI RASKIN

 kemiskinan-pemiskinan-raskin1

SAPA - Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial Hartono Laras mengimbau kepada warga penerima raskin untuk selalu mengonsumsi sendiri beras yang diperoleh.

Pasalnya, beras yang disubsidi pemerintah itu bertujuan untuk meningkatkan kadar karbohidarat warga penerima yang tergolong miskin. Meski begitu, tidak ada aturan yang melarang jika penerima raskin menjual kembali beras yang diterimanya. "Pengawasan tidak sampai ke sana (penerima)," kata Hartono, Kamis (21/3).

Menurut Kuasa Pengguna Anggaran program Raskin 2013 ini, pengawasan yang dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai penyedia dan penyalur beras hanya sampai pada titik distribusi.

Karena itu tidak ada yang memonitor akan dipakai untuk apa raskin yang diterima warga. "Bisa saja karena setelah dikonsumsi ada sisanya, lalu dijual oleh warga atau diberikan kepada kerabatanya yang membutuhkan," katanya. Yang penting, lanjut Hartono, raskin bermutu itu sampai ke tangan yang membutuhkan.

Selain tim pengawas Bulog, pengawasan secara umum juga dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hartono juga berharap bantuan pengawasan dari lembaga swadaya masyarakat dan media massa untuk ketepatan penyaluran raskin ini.

Kementerian Sosial menargetkan 15,53 juta lebih kepala keluarga (KK) tidak mampu bisa menerima raskin selama 2013 ini. Dengan jatah 15 kg untuk setiap KK, Bulog menyediakan 2,79 juta ton.

Beras yang disediakan bermutu tinggi dengan standar yang telah ditetapkan. Pemerintah membeli beras dengan harga Rp7.751,86 dari Bulog. Namun masayarakat hanya menebus Rp1.600.

Selisih harga disubsidi pemerintah yang mengalokasikan anggaran hingga Rp17,19 triliun. Sama seperti tahun lalu, realisasi penyaluran ditargetkan mencapai 98 persen.

Selisih yang signifikan ditambah dengan kualitas beras yang diterima dikhawatirkan membuat penerima raskin menjual kembali beras yang diterimanya untuk mendapat keuntungan.

Beberapa standar yang ditetapkan untuk mutu raskin yang disalurkan di antaranya, kadar air tidak lebih dari 14 persen, kadar beras patah kurang dari 20 persen, berwarna putih, dan kadar menir (beras hancur) kurang dari 2 persen.

 

jurnas dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

SAPA INDONESIA - PERKEMBANGAN wilayah perdesaan (rural) di...
RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook