Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PENGGUNA JAMKESDA HARUS MAU DITEMPATKAN DI KELAS TIGA

kemiskinan-pemiskinan-pasienjamkesda

SAPA - Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari menjadi pembicara tamu dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Jamkesmas yang dilaksanakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Selasa(19/3).

Dialog ini bertujuan menjalin komunikasi untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan, mencari solusi terbaik atas pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan meningkatkan sinergi antara BPK RI dengan Kementerian Kesehatan serta pengelola Jamkesmas dan Jamkes-da. "Jamkesmas merupakan program nasional yang memberikan ke-mudahan biaya perawatan bagi masyarakat miskin," ungkap Rita.

Menurut Rita, keinginan Pemkab Kukar sudah sangat baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan meng-cover semua masalah kesehatan. Bukan hanya melalui Jamkesmas tetapi juga dengan Jamkesda untuk meng-cover semua masyarakat Di Kukar. "Ada juga pelayanan yang tidak di-cover oleh Jamkesda seperti pperasi plastik, general check up, prosthesis gigi tiruan dan sebagainya yang bukan genting,"ungkapnya.

Sampai sejauh ini pemerintah sudah memberikan jaminan tetapi tidak dipungkiri masalah pun tetap ada, misalnya sosialisasi yang belum merata sehingga masih banyak masyarakat yang belum tahu dan mengerti mengenai Jamkesmas atau pun Jamkesda, fasilitas rumah sakit dan Puskesmas yang belum memadai.

Dalam pelaksanaan Jamkesda ada niat baik yang diusung Pemkab Kukar agar seluruh masyarakat yang memiliki KTP Kukar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat fasilitas kesehatan asalkan mau ditempatkan di kelas III. Masyarakat juga bebas memilih untuk menggunakan atau tidak menggunakan Jamkesda karena di lapangan ada juga masyarakat yang tak ingin ditempatkan di kelas III dan tidak mau menggunakan obat generik tetapi pemerintah tetap menyeru dan menyuarakan bahwa yang namanya obat generik itu komposisinya sama baiknya dengan obat paten. "Yang perlu diingat Jamkesda ini benar-benar diperun-tukkan untuk masyarakat, tidak ada perbedaan antara si miskin dan si kaya dan kalau masyakat kaya ingin berobat tidak menggunakan Jamkesda silakan tetapi bila ingin menggunakan ya harus di kelas III," tegas Rita

 

korankaltim dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

SAPA INDONESIA - PERKEMBANGAN wilayah perdesaan (rural) di...
RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook