Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

UNIVERSITAS BRAWIJAYA CETAK AHLI KAJIAN KEMISKINAN

kemiskinan-sapa-brawijaya

SAPA - Untuk semester genap tahun akademik 2012/2013, Universitas Brawijaya Malang, mulai mencetak para ahli kajian kemiskinan melalui program magister (S2).

Menurut Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Yogi Sugito di Malang, Selasa (26/3), program magister kajian kemiskinan ini sudah diluncurkan dan juga telah digelar kuliah perdana dengan menghadirkan Gubernur Jatim Soekarwo.

"Program kajian kemiskinan ini kami buka semata-mata untuk bisa memperkecil angka kemiskinan melalui konsep ilmiah," kata Yogi.

Program magister kajian kemiskinan tersebut merupakan ide dari Pemprov Jatim. Pada tahap pertama pada semester awal, Pemprov Jatim mengirimkan pegawainya untuk studi melalui program beasiswa.

Kuota pada semester pertama hanya 20 mahasiswa dan seluruhnya berasal dari para pegawai (PNS) Pemprov Jatim dengan beasiswa penuh dari gubernur, sehingga lulusannya nanti akan diperbantukan di Pemprov Jatim dengan target pengentasan kemiskinan.

Meski program magister tersebut merupakan ide dari Pemprov Jatim, UB juga tidak menutup pintu bagi masyarakat umum yang ingin memperdalam ilmu terkait kemiskinan tersebut.

Program S2 Bidang Kajian Kemiskinan akan merumuskan secara ilmiah mengenai penyebab kemiskinan dan cara pengentasannya.

Lebih lanjut Yogi mengatakan, pertambahan penduduk merupakan salah satu akar dari permasalahan kemiskinan, apalagi jika tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai.

"Selain pertambahan penduduk yang tidak seimbang, rendahnya tingkat pendidikan juga punya andil besar terhadap meningkatnya Kemiskinan. Kami ingin mengkaji sekaligus melahirkan ahli di bidang kemiskinan ini agar ke depan angka kemiskinan bisa diminimalisasi," katanya.

Yogi mengakui, saat ini Indonesia menjadi bangsa yang konsumtif, bukan lagi bangsa yang produktif. Oleh karenanya, semua pihak harus meningkatkan etos kerja dan dibukanya program studi magister kajian kemiskinan ini mampu menelaah hal-hal yang berkaitan dengan kemiskinan, khususnya di Jatim.

Berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin di Jatim 2008-2009 mencapai 3.079.822 jiwa, dengan rincian warga sangat miskin sebanyak 493.004 ribu (10 persen), warga miskin sebanyak 1.256.122 (41 persen), dan warga hampir miskin mencapai 1.330.696 (43 persen).

 

Sumber : Shnews dot co

Terpopuler

Terbaru

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

SAPA INDONESIA - SUBSIDI listrik untuk 18,7 juta pelanggan...
PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengatakan...
PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH kalangan menilai pengembangan ekonomi...
DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook