Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

GUBERNUR BANTEN MELUNCURKAN PROGRAM JAMSOSRATU

kemiskinan-pemiskinan-ratuatut

SAPA - Sebagai salah satu bentuk keberpihakan dan perhatian terhadap penanganan masyarakat miskin di Banten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Gubernur Hj Ratu Atut Chosiyah meluncurkan program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu).

Program Jamsosratu merupakan program inovasi Gubernur Banten yang memadukan program Keluarga Harapan dengan program Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos) yang merupakan program dari Kementerian Sosial RI yang bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan sosial rumah tangga sangat miskin.

Program Jamsosratu dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Gubernur Banten Nomor 2 Tahun 2013 tantang Petunjuk Pelaksanaan Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu di Provinsi Banten.

Dengan adanya payung hukum yang ada, program Jamsosratu dianggap sebagai program yang sah sebagai sebuah kebijakan Pemprov Banten.

Dalam pelaksanaannya, program Jamsosratu merupakan skema yang melembaga di bawah supervisi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), yang bertugas melakukan koordinasi dan pengendalian pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di tingkat provinsi.

Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah di Serang, Rabu (27/3/2013) menjelaskan bahwa penerima bantuan dalam program Jamsosratu ini melalui proses survei dari TKPKD, dan diyakini bantuan yang diberikan tepat sasaran.

"Saya optimistis, pemberian bantuan keluarga atau rumah tangga sangat miskin dalam program Jamsosratu ini tidak akan terjadi tumpang tindih, karena telah melalui proses survei yang dilakukan oleh TKPKD," ujar Atut.

Dalam peluncuran program Jamsosratu ini, Gubernur Banten menyerahkan bantuan secara simbolis antara lain bantuan sosial Jaminan Sosial lanjut Usia (JLSU) kepada 1.100 orang dari 8 kabupaten/ kota di Banten dengan jumlah total bantuan Rp1,320 miliar.

Selain itu, bantuan sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 500 rumah dari 8 kabupaten/kota dengan jumlah total bantuan Rp 5 miliar. Selanjutnya, bantuan pemenuhan kebutuhan dasar anak panti kepada 360 anak dari 6 kabupaten/ kota dengan jumlah masing-masing Rp 1 juta rupiah atau total bantuan Rp 360 juta.

Bantuan yang sama juga diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) kepada 11 kelompok di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dengan jumlah total bantuan Rp 220 juta. Kemudian, bantuan kepada dua Panti Rehabilitasi Berbasis Masyarakat masing-masing sebesar Rp 50 juta .

Peluncuran program Jamsosratu ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial RI H Toto Utomo Budi Santoso beserta unsur Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Banten.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Sosial RI, dan program Jamsosratu di Banten akan dijadikan percontohan untuk provinsi lain di Indonesia.

Sebelumnya, Pemprov Banten meluncurkan program Gerakan Pembangunan Kecamatan Banten Bersatu (Gerban Ratu). Dalam program ini, Pemprov Banten memberikan bantuan masing-masing Rp 1 miliar untuk 105 kecamatan yang tersebar di lima kabupaten/kota di Banten.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa (BPPMD) Banten Sigit Suwitarto menjelaskan bantuan tersebut hanya diberikan untuk kecamatan yang tersebar di lima kabupaten/kota yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

Sedangkan kecamatan di tiga kabupaten/kota di Tangerang yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, tidak mendapatkan bantuan.

"Bantuan yang diberikan ke masing-masing kecamatan senilai Rp1 miliar itu khusus untuk pembangunan infrastruktur. Perinciannya, 94 persen untuk pembangunan infrastruktur jalan dan sarana pembangunannya, sisanya, 6 persen, untuk pengelolaan," jelas Sigit.

Sigit mengatakan program Gerbang Ratu merupakan program perpaduan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Provinsi Banten.

Program Gerbang Ratu yang digulirkan oleh Pemprov Banten adalah upaya pemerintah daerah untuk menanggulangi kemiskinan melalui program padat karya, yang melibatkan berbagai unsur dan elemen masyarakat dalam pembangunan.

"Bantuan keuangan tersebut diberikan langsung ke kecamatan mengikuti pola PNPM Mandiri tanpa melalui pemerintah kabupaten/kota," katanya.

 

108jakarta dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

KEMENDES HARUS INTENS SOSIALISASIKAN DD

SAPA INDONESIA - PENYERAPAN anggaran Kementerian Desa, Pembangunan...
KADES HARUS LIBATKAN TENAGA PENDAMPING

KADES HARUS LIBATKAN TENAGA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH pusat telah menggelontorkan dana...
BANTUAN PANGAN LEWAT KARTU

BANTUAN PANGAN LEWAT KARTU

SAPA INDONESIA - BANTUAN pangan nontunai diluncurkan serentak...
KETIMPANGAN MASIH LEBAR

KETIMPANGAN MASIH LEBAR

SAPA INDONESIA - KUASA pasar menjadi lokomotif memburuknya...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook