Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TIDAK SEMUA JENIS PENYAKIT DILAYANI JAMKESDA

kemiskinan-pemiskinan-jamkesda

SAPA - Pengobatan gratis yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapanuli Utara dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bukan berarti bisa melayani seluruh jenis penyakit. Ada beberapa pengobatan yang tidak masuk program tersebut, di antaranya transplantasi organ, pembersihan karang gigi, general check up, alternatif, dan lainnya.

Demikian dipaparkan Kepala Cabang PT Askes Cabang Sibolga dr Kiki Christmar Marbun dalam acara sosialisasi tentang pelayanan Jamkesda di hadapan petugas kesehatan seperti, Puskesmas dan RSU Tarutung, Rabu (27/3) di kantor Dinkes Taput.

Beberapa pengobatan yang tidak dilayani atau dibiayai Jamkesda yakni; pelayanan untuk keluarga berencana (KB), pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan indikasi medis, transplantasi organ, pembersihan karang gigi, general check up, pengobatan alternatif, ketergantungan obat-obatan, penyakit yang ditimbulkan akibat upaya bunuh diri, HIV/AIDS, cacat bawaan sejak lahir, cuci darah, kemoterapi, serta pelayanan yang dijamin badan lain seperti kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja.

"Kartu Jamkesda juga tidak bisa digunakan yang bukan pesertanya. Kartu ini juga tidak berlaku berobat di luar Taput. Selain itu, pengadaan alat kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga tidak ditampung," jelasnya.

Selain yang disebutkan di atas, tambah Kiki, biaya ambulan merupakan tanggungjawab keluarga peserta Jamkesda. Namun, peserta Jamkesda bisa menerima pengobatan gratis di puskesmas di tempat dia terdaftar sebagai peserta Jamkesda. "Sedangkan yang sifatnya darurat dapat langsung dibawa ke Rumah Sakit," ucapnya.

Saat ini, tambah Kiki, PT Askes hanya melayani pembayaran pengobatan terhadap seseorang yang benar-benar terdaftar sebagai peserta Jamkesda, sesuai jumlah kartu yang dikeluarkan melalui data yang diserahkan Pemkab Taput.

"Mengenai apakah bisa dilakukan pergantian diakibatkan oleh sesuatu hal, maka kita akan kembalikan dengan sikap dari Pemkab Taput. Kalau memang pemkab setuju, maka akan kita ikuti," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Taput dr Bobby Simanjuntak mengatakan, setelah seluruh petugas puskesmas dan RSU Tarutung mengikuti pemahaman terkait pelaksanaan program Jamkesda, selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa maupun Lurah tentang teknis pembagian kartu Jamkesda kepada 17.857 jiwa yang menjadi peserta Jamkesda.

"Seluruh petugas di Puskesmas dan RSU Tarutung sudah mengikuti sosialisasi tentang Jamkesda. Setelah ini kita akan langsung membagi kartunya minggu depan. Mudah-mudahan dengan adanya program Jamkesda ini, masyarakat miskin bisa terbantu," pungkasnya.

 

metrosiantar dot com

Terpopuler

Terbaru

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa diharapkan mampu menumbuhkan...
KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - DESA Matanggonawe, Kecamatan Sawa Konawe Utara,...
WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau penggunaan...
PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH mega proyek yang akan dilangsungkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook