Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

RIBUAN DIFABEL MISKIN TIDAK TERCAKUP JAMKESMAS

kemiskinan-pemiskinan-difabel

SAPA - Para difabel atau penyandang cacat yang tinggal di Kabupaten Karanganyar berharap bisa mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), baik dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

Sebab, sampai saat ini masih banyak kau difabel miskin di Karanganyar yang belum tercakup Jamkesmas, padahal mereka sangat mendambakannya dan sudah lama berharap bisa tercakup dalam pelayanan Jamkesmas.

"Di Karanganyar terdapat lebih dari 4.000 difabel yang sebagian besar termasuk keluarga miskin, tapi sayangnya banyak sekali yang tidak mendapat Jamkesmas," tegas Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Kabupaten Karanganyar, Supriyono.

Anggota PPCI Karanganyar menurut dia, terdiri atas tuna netra, tuna grahita, tuna daksa dan autis, yang tersebar di 17 wilayah kecamatan di Karanganyar. Mereka berharap bisa mendapatkan Jamkesmas, karena banyak diantaranya yang juga tersisih dalam mencari pekerjaan, yang kemudian membuat hidup mereka miskin.

"Kami sangat berharap, kami yang miskin dan cacat bisa mendapatkan Jamkesmas, sehingga kami tidak perlu resah atau susah kalau sakit, sebab sudah mendapat jaminan dari pemerintah," tegasnya.

Warga Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat itu menandaskan, mereka juga merasa dipingpong ketika mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM). Supriyono saja misalnya, membutuhkan waktu satu bulan untuk mengurus SKTM agar isterinya bisa berobat di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta dengan gratis.

Sementara itu Kepala Dinkes Karanganyar, Dokter Cucuk Heru Kusumo mengemukakan, mereka yang mendapat Jamkesmas tidak terkait mereka sebagai difabel atau tidak. Namun hal itu di dasarkan pada status ekonomi seseorang, karena Jamkesmas hanya diperuntukkan bagi mereka yang miskin. "Banyak sekali penyandang difabel yang hidupnya sudah kaya," jelasnya.

Selain itu, yang melakukan pendataan warga yang berhak mendapatkan Jamkesmas bukan dari Pemkab Karanganyar, tetapi petugas dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sedang untuk Jamkesda ditetapkan tim percepatan penanggulangan kemiskinan kabupaten. Dimana data yang didapat melibatkan peran masyarakat setempat.

Namun dia mengakui, pada data Jamkesmas tahun ini juga masih ada data yang salah. Artinya mereka yang berhak menerima tetapi tidak mendapat Jamkesmas dan pihak yang seharusnya tidak layak mendapat tapi malah memperoleh Jamkesmas. Diharapkan, nantinya ada kebijakan yang ditetapkan dalam keputusan bupati, sehingga kaum difabel yang miskin dan tidak mendapat Jamkesmas bisa memperoleh jaminan tersebut.

 

suaramerdeka dot com

Terpopuler

Terbaru

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

SAPA INDONESIA - KETIMPANGAN ekonomi atau gini ratio DIY yang...
VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

SAPA INDONESIA - MENCERMATI fenomena angka kemiskinan yang...
BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

SAPA INDONESIA - NOMINAL belanja rokok di Kabupaten Kulonprogo,...
SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - SETIAP desa memiliki potensi untuk membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook