Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MALUKU : TURUNKAN ANGKA KEMISKINAN 15,4 PERSEN

kemiskinan-sapa-gubmalukukarel

SAPA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menargetkan pada akhir tahun 2013, tingkat kemiskinan di provinsi kepulauan ini bisa diturunkan hingga menembus angka 15,4 persen, dari tahun sebelumnya 20,76 persen, jelas Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu.

"Keberhasilan pembangunan juga ditunjukkan oleh penurunan tingkat
kemiskinan dan pengangguran di Provinsi Maluku," kata Gubernur Maluku di
Ambon, Selasa (2/4).

Lebih lanjut Karel menjelaskan, pada tahun 2008 tingkat pengangguran sebesar
10,67 persen telah menurun menjadi 7,51 persen pada tahun 2012.
"Bersamaan dengan itu, tingkat kemiskinan juga cenderung menunjukkan
penurunan dari 29,66 persen pada tahun 2008 menjadi 20,76 persen pada tahun
2012. Saya tidak menampik bahwa angka pengangguran dan kemiskinan tersebut masih relatif cukup tinggi," kata Karel.

Masih banyak desa-desa yang terisolir dengan perumahan dan permukiman yang belum layak huni, terbatasnya infrastruktur kewilayah-wilayah produksi, jangkauan
pelayanan kesehatan yang belum prima terutama pada wilayah-wilayah pedalaman,
terbatasnya prasarana dan sarana sosial ekonomi serta masih terdapat ketimpangan
antar wilayah di Provinsi Maluku.

"Sebab itu, saya ingatkan semua stake holder baik di kabupaten/kota hingga
provinsi agar tetap memelihara momentum percepatan pembangunan Maluku yang mulai diraih bersama dengan tujuan semata - mata untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Pembangunan bukanlah semata - mata milik salah satu golongan,
strata atau wilayah tertentu, melainkan harus dilakukan secara inklusif dan
berkeadilan sehingga peningkatan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh
golongan ataupun lapisan masyarakat," kata Karel.

Karel menilai, pembangunan Provinsi ini hanya akan dapat dilakukan secara
konsisten dan berkelanjutan, jika dilakukan dalam konteks realitas geografis
kepulauan yang dimiliki tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang terkandung
dalam kehidupan masyarakat Maluku, guna memacu pertumbuhan ekonomi (pro growth), perluasan kesempatan kerja (pro-job), pengentasan kemiskinan (pro-poor) dan
tetap memperhatikan kelestarian dan daya dukung lingkungan (pro-environtment).
Sementara itu Walikota Ambon Richard Louhenapessy menegaskan butuh adanya kerja keras dan kerjasama semua pihak untuk menekan angka tersebut menjadi 0 persen.

"Mengarah hasil release Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku yang menetapkan
angka 7,76 persen kemiskinan di Kota Ambon. Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon harus
mempunyai satu tekad dan satu tujuan untuk menekan angka tersebut sehingga tidak
tergolong dalam jajaran kemiskinan," kata Richard secara terpisah.

Menurut Richard, terjadang di Ambon orang bicara miskin tapi kenyataan dan
realita hidup ada saja orang miskin berbelanja. Karena itu dia berarap semua
element masyarakat dan juga instansi pemerintahan dapat menyepakati kemauan dan
tekad untuk menekan angka kemiskinan menjadi 0 persen.

 

Sumber : KoranIndonesia dot com

Terpopuler

Terbaru

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

SAPA INDONESIA - KETIMPANGAN ekonomi atau gini ratio DIY yang...
VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

SAPA INDONESIA - MENCERMATI fenomena angka kemiskinan yang...
BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

SAPA INDONESIA - NOMINAL belanja rokok di Kabupaten Kulonprogo,...
SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - SETIAP desa memiliki potensi untuk membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook