Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

DUGAAN KORUPSI ANGGARAN PNPM MANDIRI DI NEGERI PELAUW

 

kemiskinan-sapa-korpsipnpmNEGERI-PELAUW

SAPA - Usaha Pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dan memperbaiki berbagai infrastruktur melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan menyalahgunakan anggaran atau mengkorupsi dana tersebut.

Dugaan korupsi anggaran PNPM Mandiri itu terjadi di Negeri Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Paket PNPM Mandiri tahun 2012 melalui progran cerdas dan sehat dibidang pendidikan dan kesehatan yang diperuntukan untuk siswa miskin pada berbagai sekolah di ibukota Kecamatan Pulau Haruku itu justru dikorupsi oleh tim yang menangani dana PNPM Mandiri.

Anggaran untuk paket cerdas dan sehat dibidang pendidikan dan kesehatan itu sebesar Rp.300 juta, namun kenyataaannya anggaran tersebut disalahgunakan. Dugaan penyalagunaan dana PNPM Mandiri di Negeri Pelauw ditemukan oleh Forum Peduli Matasiri Pelauw.

Ketua Tim Forum Peduli Matasiri Pelauw, Abubakar Latupono kepada wartawan di Ambon, Selasa (2/4), mengungkapkan, alokasi anggaran PNPM sebesar Rp.300 juta itu dialokasikan untuk ratusan siswa miskin berupa dana transportasi bagi siswa miskin, guru, tenaga honor dan pengadaan paket seragam sekolah bagi siswa miskin pada berbagai sekolah seperti SMP dan SD di Negeri Pelauw.

Ia mengungkapkan, penyelewengan dana PNPM tersebut telah meresahkan masyarakat sehingga telah dilaporkan ke Polsek Pulau Haruku pada 12 Maret 2013 lalu, namun hingga kini tidak ada tindaklanjut.
Latupono mengungkapkan, pihaknya akan melaporkan penyalagunaan dana PNPM di negeri Pelauw ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk diusut tuntas.

"Berdasarkan hasil investigasi Forum Peduli Matasiri Pelauw, ditemukan banyak kejanggalan seperti memberikan biaya transportasi untuk siswa miskin, guru dan tenaga honor pada beberapa sekolah yang mestinya diberikan Rp.120 ribu per orang, namun kenyataannya hanya diberikan Rp.60 ribu saja. Hal ini ditemukan pada SMP Negeri 1 Pulau Haruku dengan jumlah siswa sebanyak 249 orang dimana ratusan siswa ini harus menerima dana tersebut untuk jatah dua (2) bulan," jelas Latupono.

Kejanggalan lain adalah ditemukan di SD Islam Al Khairiyah Ory dimana dalam daftar tercatat 60 siswa, namun yang menerima dana hanya 30 siswa dengan masing-masing siswa menerima Rp.30 ribu dari yang mestinya Rp.120 ribu.

Hasil penelusuran tim ini juga menemukan sejumlah guru honor yang terdaftar sebagai penerima dana PNPM itu tidak mendapat dana tersebut. Ia menandaskan, kasus tersebut harus diusut tuntas dan tidak membiarkan oknum-oknum yang bersenang-senang diatas penderitaan rakyat.

 

Sumber : siwalimanews dot com

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook