Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PEMPROV JAWA TIMUR ANGGAP DATA JAMKESMAS TIDAK VALID

kemiskinan-pemiskinan-jamkesmas9

SAPA - Permasalahan mengenai jumlah penerima kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Jawa Timur hingga kini masih dipertanyakan. Menanggapi hal tersebut Asisten III Bidang Kesejahteraan Masyarakat Sekdaprov Jatim, Edy Purwinarto menyatakan hal itu bermula dari data yang tidak valid.

"Berdasar catatan pemprov selama tahun 2013 ada 12 masalah dalam pelaksaanaan program Jamkesmas. Mulai dari proses pendataan, pengecekan data ulang hingga pelaksanaan di lapangan," ungkapnya pada LICOM, Kamis (4/4).

Program ini, lanjutnya, berbeda dengan program Beras Miskin (Raskin). Dimana untuk data penerima raskin hampir tiap tahun selalu diverifikasi ulang. "Untuk Jamkesmas, pendataan ulang hanya dilakukan ketika masa aktif kartu telah habis. Padahal, dalam kurun waktu tiga tahun tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan penerima kartu Jamkesmas secara signifikan," kata dia.

Pendataan atau penertiban kartu Jamkesmas selama ini dilakukan tiga tahun sekali. Begitu data disepakatai oleh Tim Nasioanal Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), kemudian dilakukan cross check ke lapangan untuk validasi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Harsono mengungkapkan, ada tiga pilar penting dalam mensukseskan proram pemerintah pusat tersebut. Seperti masalah kepesertaan, pembiayaan dan pelayanan.

"Tapi kunci pokoknya ada pada pesertaan. Kalau data dalam pesertaan akurat, untuk dua pilar lainya juga akan berjalan dengan baik. Begitu juga sebaliknya," tegas dia.

Menurutnya, tahun 2013 ini Jatim mendapat kuota Jamkesmas sebanyak 14.180.000. Namun berdasarkan kartu Jamkesmas yang dibuat oleh Balai Pustaka, jumlahnya hanya mencapai 13.433.577.

Dari data tersebut yang sudah didistribusikan ke kabupaten/kota di Jatim, baru mencapai 12.707.748 kartu. "Yang belum didistribusikan sekitar 665.829 kartu. Sedangkan yang belum dibuat kurang lebih masih ada 1,2 juta kartu," ungkapnya.

Harsono menambahkan, dari aspek pendataan sebenarnya pihak pemprov sudah mengetahui soal adanya masalah. Sehingga dalam program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibuat Pemprov Jatim, diberlakukan aturan dengan mencatat by name by adress oleh Gubernur Jatim, Soekarwo.

"Cara itu dilakukan untuk meminimalisir adanya salah sasaran. Berdasarkan info yang dapat banyak warga yang seharunya menerima kartu Jamkesmas justru tidak mendapatkan. Hingga saat ini kartu Jamkesda yang sudah didistribusikan sudah mencapai 2 juta," tutup Harsono.

 

lensaindonesia dot com

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

KEMISKINAN MASIH TINGGI, MENKEU CURIGA DANA UNTUK WARGA TAK SAMPAI

SAPA INDONESIA - MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencurigai...
PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR BERASAL DARI TIGA SUMBER INI, DANA DESA TERMASUK DI DALAMNYA

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menegaskan...
PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

PADAT KARYA CASH DANA DESA DIPROYEKSIKAN SERAP 5,7 JUTA PEKERJA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya cash dari dana desa diharapkan...
WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

WAGUBSU: GUNAKAN DANA DESA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook