Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PROGRAM RASKIN TIMBULKAN BANYAK MASALAH

kemiskinan-pemiskinan-raskin1

SAPA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai bahwa program beras untuk masyarakat miskin (raskin) masih memiliki banyak masalah. Amran, Anggota Komisi VIII DPR, mengatakan masalah timbul baik dari penerima raskin maupun dari kepala desa yang menjadi pembagi raskin ke masyarakat.

Amran menjelaskan, saat dirinya terjun langsung ke lapangan, banyak masyarakat miskin yang tidak menerima raskin. Sementara, warga yang sebetulnya tidak tergolong miskin malah mendapat jatah raskin. Untuk itu dia mengharapkan keakuratan data masyarakat miskin yang berhak mendapat bantuan raskin.

Sementara itu, bagi pembagi atau kepala desa, tidak sedikit merasa serba salah dengan beras miskin. Krena ternyata dari data yang ada tidak tercantum nama warga yang berhak mendapat raskin, sementara data yang ada merupakan data warga yang sebenarnya bukan termasuk kalangan miskin.

Tidak hanya itu, permasalahan lain yang timbul dari raskin adalah kualitas beras yang dibagikan yang menurut Amran sangat buruk. Padahal yang disubsidi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial merupakan beras dengan kualitas baik, tapi ternyata sampai ke masyarakat ternyata beras dengan kualitas buruk.

Ia juga pernah melakukan inspeksi mendadak ke Perum Bulog dan diketahui beras yang untuk subsidi raskin sudah tersimpan di gudang bulog selama delapan hingga 12 bulan. Dengan demikian sudah bisa dipastikan beras yang sampai ke masyarakat memiliki kualitas yang sangat buruk.

Untuk itu Amran mengusulkan agar raskin yang akan diberikan ke masyarakat miskin jangan melalui Bulog, melainkan dibeli langsung dari daerah setempat, sehingga kualitasnya pun dapat langsung terlihat. Tidak hanya itu Amran pun mengusulkan untuk mengubah nama raskin atau beras miskin menjadi beras kesra atau beras kesejahteraan rakyat.

Menanggapi usulan tersebut, Hartono Laras, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial, mengungkapkan sesuai Inpres No.3 Tahun 2012 tentang penyediaan dan penyaluran beras subsidi bagi masyarakat pendapatan rendah. Bulog satu-satunya lembaga yang memiliki divisi regional dan gudang-gudang di berbagai wilayah Indonesia. Dengan begitu Bulog yang bertugas mendistribusikan beras subsidi tadi.

"Mengenai nama raskin, sebenarnya tidak ada istilah raskin dalam Inpres, yang ada beras subsidi. Sehingga tidak ada yang perlu diganti. Jika ada beras subsidi yang kualitasnya tidak baik, selama 1X24 jam, Bulog siap mengganti dengan beras yang bagus," jelas Hartono.

 

indonesiafinancetoday dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa tahap pertama sebanyak 60 % dibagikan...
DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

SAPA INDONESIA - DANA desa termin pertama 2017 sudah mulai...
TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - PENGELOLAAN keuangan desa berupa dana desa...
BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook