Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SEKOLAH NGUTANG KE GURU KARENA BOS TELAT

kemiskinan-pemiskinan-danabos1

SAPA - Untuk sebagian Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Banjar, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi andalan satu-satunya kelangsungan operasional sekolah. Jika pencarian dana BOS ini telat, bisa dipastikan pihak sekolah bakal berpikir keras untuk mencarikan dana kebutuhan rutin sekolah.

Pencairan dana BOS ini dibagi menjadi empat triwulan dalam satu tahun. Jumlahnya tergantung banyaknya siswa di sekolah. Yang menjadi kendala, cairnya dana BOS ini tidak bisa dipastikan awal bulan triwulan. Beruntung jika sekolah tersebut memiliki iuran atau uang kas di sekolah. Jika tidak, ya seperti yang terjadi di sejumlah sekolah di Kabupaten Banjar, salah satunya di SDN Pesayangan Selatan.

Kepala SDN Pesayangan Selatan Muslimah Murni SPd mengatakan, sekolah yang ia pimpin bisa dikatakan mandiri. Anggaran yang menjadi andalan satu-satunya adalah dana BOS. Sementara, pencairan dana BOS ini kadang terlambat. Praktis, untuk pembayaran biaya rutin seperti listrik, leding dan lainnya, pihak sekolah mencarikan dana talangan.

"Alhamdulillah guru-guru di sini mengerti keadaan di sekolah mau meminjamkan dananya. Kadang saya juga menalangi untuk sementara. Kami dari pihak sekolah, tidak ingin membebankan orang tua siswa. Bahkan, kita yang berkonstribusi untuk mereka, salah satunya membelikan baju olahraga," ujarnya.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banjar Gt Ruspannor menjelaskan, ada tahapan untuk mencairkan dana BOS ini. Pertama, sekolah harus membuat rencana anggaran kegiatan sekolah (RAKS) selama satu tahun yang didampingi Komite Sekolah. RAKS yang disetujui pihak orang tua dan sekolah ini lantas dibawa ke Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar. Disdik Banjar kemudian memberikan rekomendasi untuk melakukan pencairan di Bank Kalsel. "Ini untuk triwulan pertama saja. Selanjutnya hanya menyerahkan laporan pertanggung jawaban (LPJ)," ucapnya.

Dengan kata lain, jika RAKS ini tidak selesai dirapatkan di sekolah, dana BOS ini tidak bisa cair. Begitu juga jika LPJ tidak diserahkan kepada Disdik Banjar. Soal telatnya dana BOS ini, Ruspannor tidak menampiknya. Pencairan dana BOS ini sendiri ungkap Ruspan tergantung pihak pusat yang ditransfer langsung ke rekening sekolah masing-masing. "Memang rata-rata jika telat, mau tidak mau pakai dana talangan dulu," ucapnya.

 

radar banjarmasin dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

KUTUH DIJADIKAN “ROLE MODEL” PEMBANGUNAN DESA DI BADUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Bupati Badung, Ketut Suiasa, menegaskan...
PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

PEMERINTAH BAKAL TAMBAH DANA DESA 10% DI TAHUN DEPAN

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat...
KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

KEMISKINAN BENGKULU DAN JANJI KPK YANG DILUPAKAN SANG GUBERNUR

SAPA INDONESIA - GUBERNUR BENGKULU Ridwan Mukti bersama istrinya,...
DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

DANA DESA TAK KUNJUNG CAIR, KEPALA DESA BERANG PEMBANGUNAN TERHAMBAT

SAPA INDONESIA - PENCAIRAN Dana Desa di Kabupaten Purworejo...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook