Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, PNPM Mandiri SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

MENKES : 9 PERSEN WARGA PAPUA BARAT MENDERITA GIZI BURUK

kemiskinan-sapa-mboimenkes

SAPA - Penderita gizi buruk di Provinsi Papua dan Papua Barat masih sangat tinggi. Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengungkapkan tingkat gizi buruk di Papua mencapai 6,3 persen dari 2,83 juta jiwa total penduduk. Di Papua Barat, angka gizi buruk mencapai 9 persen dari total penduduk 760.422 jiwa.

"Masyarakat Papua harus ditingkatkan kualitas hidupnya untuk dapat keluar dari kemiskinan," tegas Nafsiah dalam Rapat Koordinasi Menteri bidang Polhukam dan Kesra tentang Pembangunan Papua di Jayapura, Kamis (11/4). Nafsiah menjelaskan angka gizi buruk di Papua dan Papua Barat tersebut berada di atas angka gizi buruk nasional, yakni 4,9 persen dari penduduk Indonesia.

Persoalan kesehatan, kata Nafsiah, merupakan salah satu prioritas yang harus diperhatikan dalam pembangunan Papua secara keseluruhan. Upaya pembangunan kesehatan, diakui Nafsiah, mengalami peningkatan.

Meski begitu, masih banyak ibu meninggal karena melahirkan, bayi meninggal di bawah 5 tahun, tingginya penyakit menular, AIDS, TB, dan malaria. Begitu juga dengan penyakit tidak menular, seperti stroke, diabetes, dan kanker. Selain persoalan gizi, perilaku makan serta perilaku hidup bersih masyarakat harus menjadi perhatian khusus.

"Secara umum, kesehatan lingkungan warga di Papua dan Papua Barat memprihatinkan, dan sangat penting untuk diperbaiki," tegas Nafsiah.

Buruknya tingkat kesehatan di Papua juga ditunjukkan dengan tingginya angka kematian bayi, yakni 41 bayi per 1.000 kelahiran. Angka kematian bayi nasional sudah mencapai 34 bayi per 1.000 kelahiran.

Akses Sulit

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Jayawijaya, Papua, Jhon Wempi Wetipo, mengeluhkan sulitnya akses layanan kesehatan di daerahnya, terutama di Wamena. Kabupaten tersebut menjadi pusat layanan kesehatan untuk kabupaten- kabupaten di sekitar pegunungan tengah Papua.

"Hanya ada satu RSUD untuk melayani penduduk di Wamena. Itu pun dipakai untuk penduduk di kabupaten di sekitar Wamena," kata Jhon. Tipe rumah sakitnya pun tidak jelas.

"Kami sudah lama meminta kenaikan status RS, tapi belum ada respons," keluh Jhon.

Terkait dengan keluhan Bupati Jayawijaya, Menkes menjawab bahwa kenaikan status RSUD Wamena sedang diproses. "Saat ini tipe D, sedang dalam proses untuk menjadi tipe C," pungkas Menkes.

 

Sumber : koran jakarta dot com

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook