Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

GUBERNUR NTT TIDAK INGIN DAERAHNYA DIIDENTIKAN DENGAN KEMISKINAN LAGI

kemiskinan-pemiskinan-gubntt1

SAPA - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah Indonesia, untuk tidak melihat Provinsi NTT terkait informasi mengenai masyarakat miskin saja.

"NTT jangan lihat yang miskin-miskin saja. Tapi sekarang NTT harus dilihat sebagai New Teritory Tourism," kata Frans kepada rombongan Komisi VIII DPR RI, di ruang kerja Gubernur, Senin (15/4) sore.

Rombongan Komisi VIII DPR RI yang berkunjung itu dipimpin oleh Nurul Iman Mustofa (Fraksi Partai Demokrat). Turut hadir sebagai anggota rombongan Mahrus Munir (F-PD), Ketut Sustiawan (F-PDIP), Amran (F-PAN), Endang Sukandar (F-PPP), Sumarjati Arjoso (F-Gerindra), Soemintarsih Moentoro, sejumlah staf, serta perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sunardi.

Gubernur NTT menjelaskan, angka kemiskinan di Provinsi NTT sendiri saat ini tinggal 20,41%. Begitu pun dengan sejumlah masalah sosial lainnya, termasuk masalah eks-pengungsi Timtim, menurutnya sudah mulai bisa diatasi.

"Untuk mengatasi masalah kemiskinan di NTT, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sejak tahun 2011 melaksanakan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah, dengan mengalokasikan dana Rp250 juta untuk warga miskin yang ada di desa. Dana tersebut digunakan untuk usaha ekonomi produktif," ungkapnya.

Oleh karena itu, Frans pun berulang kali meminta, agar stigma miskin yang dialamatkan untuk Provinsi NTT segera dihentikan. "Saya minta agar stigma miskin segera dihentikan. Bukan berarti kita tidak akui ada kemiskinan di NTT, tapi jangan cekoki pikiran masyarakat NTT dengan stigma miskin," pintanya.

Dari pihak DPR RI, sementara itu, Nurul Iman Mustofa berharap agar tatap muka Komisi VIII dengan Pemprov NTT itu dapat meningkatkan tali silaturahim dan komunikasi antara masyarakat dan pejabat yang ada di Provinsi NTT. "Saya berharap pertemuan ini dapat memberikan kontribusi yang optimal dalam melahirkan pemikiran yang produktif dan kreatif, guna melanjutkan proses pembangunan bangsa, serta mengupayakan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia," tuturnya.

Seusai tatap muka itu, Gubernur NTT pun menerima paket bantuan dari Kementerian Agama dan Kementerian Sosial RI, yang diserahkan melalui Nurul Iman Mustofa. "Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan terima kasih atas kehadiran anggota dewan yang terhormat dari Komisi VIII. Saya minta dukungan Komisi VIII untuk ikut membangun NTT. Sebab, NTT bagian dari NKRI. Kami setia dengan NKRI. Jadi, yang setia itu perlu diperhatikan," ucapnya.

 

beritasatu dot com

Terpopuler

Terbaru

JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus meningkatkan alokasi dana...
PRESIDEN: RP 2.204,4 TRILIUN FOKUS UNTUK KURANGI KEMISKINAN

PRESIDEN: RP 2.204,4 TRILIUN FOKUS UNTUK KURANGI KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo mengatakan, kebijakan...
KPK INGATKAN PARA KADES AGAR DANA DESA UNTUK KEPENTINGAN WARGA

KPK INGATKAN PARA KADES AGAR DANA DESA UNTUK KEPENTINGAN WARGA

SAPA INDONESIA - WAKIL Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (...
DANA DESA CAPAI RP127 TRILIUN, DPR: UANG BESAR MARAK PENYIMPANGAN!

DANA DESA CAPAI RP127 TRILIUN, DPR: UANG BESAR MARAK PENYIMPANGAN!

SAPA INDONESIA - PENYALURAN dana desa di era kepemimpinan Presiden...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook