Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KOTA BANJARBARU : PENDERITA GIZI BURUK 183 ANAK TAHUN 2013

kemiskinan-sapa-giziburukbanjarbaru183

SAPA - Di tengah membaiknya pembangunan daerah saat ini, Pemerintah Kota Banjarbaru terbentur oleh persoalan kemiskinan yang cukup parah. Betapa tidak ,tingginya tingkat gizi buruk yang menerpa warganya terus naik drastis.

Selama dua bulan berjalan, Januari dan Februari 2013 ini, ditemukan 40 bayi di Kota Banjarbaru mengalami kekurangan gizi atau bayi yang kondisinya berada Bawah Garis Merah (BGM), ditambah jumlah gizi kurang pada 2012 sebanyak 143. Jadi, sampai Februari 2013 lalu, bayi kurang gizi sudah berjumlah 183 bayi.

Ironisnya, dalam waktu dua bulan itu, ditemukan 3 bayi menderita gizi buruk, ditambah 5 penderita gizi buruk tahun 2012 lalu, diketahui saat ini, ada 8 bayi dinyatakan menderita gizi buruk. Bahkan, seorang bayi telah meninggal dunia.

Sesuai data, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru sampai Februari 2013 lalu, delapan anak gizi buruk itu, berasal dari satu balita ditemukan di Guntung Payung, dua balita dan satu bayi berasal dari Cempaka, ditambah empat balita di Sungai Ulin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Agus Widjaja membenarkan. "Iya, dari delapan bayi, hanya satu dirawat di rumah sakit. Semestinya semua bayi penderita gizi buruk harus dirawat," ujarnya.

Temuan tersebut cukup mengherankan. Dalam situasi perekonomian daerah yang terus meningkat dan persentase taraf hidup masyarakat yang terus melonjak naik.

Akan tetapi, kondisi itu tidak dapat dipungkiri, karena begitulah kenyataannya. Seluruh tenaga kesehatan dan instansi pelayanan kesehatan, diminta untuk menyikapi persoalan tersebut secara baik dan tepat. "Tingkatkan penanggulangan dan pencegahan dengan maksimal lagi," ujarnya.

Rabu pagi lalu, di hadapan beberapa pejabat, tenaga kesehatan dan orang tua anak dengan kondisi gizi kurang, dalam pembukaan program pelayanan Pos Khusus Bayi di Bawah Garis Merah (Pos Khubah) kelolaan Puskesmas Banjarbaru Selatan yang merupakan Poskhubah ke dua setelah sebelumnya difungsikan di Landasan Ulin.

Agus mengimbau, pos-pos pelayanan khusus bagi bayi dibawah gizi kurang merupakan salah satu media upaya penanggulangan dan pemulihan situasi tersebut.

Melalui itu, Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat (UPGM) juga dapat dilakukan secara optimal. "Setidaknya, penyampaian informasi terkait pentingnya asupan gizi, bahaya makanan yang berpengawet ketika di konsumsi anak, mampu memperbaiki situasi ini," sembari mengharap fungsi Pos Khubah dapat dioperasikan di delapan Puskesmas lainnya.

 

Sumber : radarbanjarmasin dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

SAPA INDONESIA - KETIMPANGAN ekonomi atau gini ratio DIY yang...
VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

SAPA INDONESIA - MENCERMATI fenomena angka kemiskinan yang...
BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

SAPA INDONESIA - NOMINAL belanja rokok di Kabupaten Kulonprogo,...
SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - SETIAP desa memiliki potensi untuk membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook