Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

FOKUS PROGRAM KB DI 10 PROVINSI YANG STRATEGIS

kemiskinan-sapa-fokusKB10provinsi

SAPA - Pertumbuhan penduduk di Indonesia begitu pesat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional akan memfokuskan pencapaian program KB pada beberapa provinsi yang strategis.

"Fokus kita pada 10 provinsi yang memberi kontribusi luar biasa, tetapi tidak mengurangi intensitas di provinsi lain. Kesepuluh provinsi besar itu adalah Sumatra Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, NTT, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan," kata DR Sudibyo Alimoeso, MA, Plt Kepala BKKBN Pusat (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), Rabu (17/4/2013).

Sudibyo menjelaskan bahwa 10 provinsi ini dianggap penting karena dihuni oleh 70 persen dari seluruh populasi di Indonesia.

Maka apabila jumlah penduduk di provinsi tersebut dapat dikendalikan, maka kontribusinya akan dapat menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total di Indonesia secara signifikan. Sampai saat ini, TFR di tanah air masih terhitung tinggi, yaitu 2,6 anak per wanita subur.

TFR bisa disimpulkan sebagai jumlah anak yang dimiliki rata-rata wanita. Sejak tahun 2007 hingga 2012, angkanya tidak beranjak alias mandeg. Padahal targetnya angka ini harus mencapai 2,1 anak per wanita usia subur di tahun 2015 nanti.

Sudibyo juga menuturkan bahwa yang perlu diatasi adalah kesenjangan pencapaian program KB antar berbagai daerah di Indonesia. Misalnya NTT dengan TFR masih tinggi, yaitu sekitar 4 anak per wanita subur. Jika dibandingkan dengan Yogyakarta angkanya sangat mencolok, yaitu TFR-nya hanya sekitar 2,1 anak per wanita subur.

Selain berfokus pada 10 provinsi tersebut , BKKBN juga menaruh perhatian ekstra pada provinsi Papua Timur dan Papua Barat. Pada daerah ini, pendekatan yang dilakukan harus dimodifikasi dan tidak bisa menggunakan metode yang sama dengan daerah lain.

"Kedua provinsi ini memang cukup tertinggal. Pendekatan kita harus berbeda terhadap 2 provinsi ini. Upayanya bahwa di dalam mengkampanyekan KB itu kita bukan mengkampanyekan 2 anak cukup, tetapi coba atur jumlah anaknya agar kesejahteraan keluarga dan kualitas keluarga meningkat, demi kejahteraan ibu dan anaknya," papar Sudibyo.

 

Sumber : 108jakarta dot com

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 120 T, KEMENDES KAJI 2 OPSI PENCAIRAN

DANA DESA RP 120 T, KEMENDES KAJI 2 OPSI PENCAIRAN

SAPA INDONESIA - MENTERI Desa, Pembangunan Desa Tertinggal,...
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI DANA DESA CETAK SEJARAH

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DARI DANA DESA CETAK SEJARAH

SAPA INDONESIA - DI bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo...
DANA DESA DIHARAPKAN TAK MELULU UNTUK BANGUN INFRASTRUKTUR

DANA DESA DIHARAPKAN TAK MELULU UNTUK BANGUN INFRASTRUKTUR

SAPA INDONESIA - ANGGOTA Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera...
19 KADES KOTA BARU DIPERIKSA TERKAIT DANA DESA SENILAI RP 6,4 MILIAR

19 KADES KOTA BARU DIPERIKSA TERKAIT DANA DESA SENILAI RP 6,4 MILIAR

SAPA INDONESIA - DANA Desa yang diterima desa di lokasi Kota...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook