Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KEMISKINAN FAKTOR UTAMA KERUSAKAN HUTAN

kemiskinan-sapa-kerusakanhutankemiskinan

SAPA - Tingkat kemiskinan dalam masyarakat merupakan penyebab utama kerusakan hutan, ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Tri Handoyo Gunardi.

"Jika masyarakat banyak yang miskin terutama yang bermukim di sekitar hutan maka secara alami mereka akan merambah hutan untuk menopang hidup," kata dia di Padang Aro, Rabu.

Selain itu, imbuhnya, masih rendahnya kesadaran hukum masyarakat juga sebagai salah satu penyebab kerusakan hutan.
"Apalagi jika masyarakat miskin yang tinggal di sekitar hutan dipengaruhi oleh pihak lain yang ingin mengambil keuntungan ini akan menambah parah lagi," ujarnya.

Sebagai contoh, katanya, masyarakat miskin yang bermukim di sekitar hutan kemudian datang pihak ketiga dengan memberikan modal seperti cainsaw serta peralatan lainnya sudah pasti warga tersebut tergiur dan mau melakukan penebangan karena ada penghasilan dan modal yang memadai.

Selain itu, dengan terus bertambahnya area perkebunan sawit oleh masyarakat juga akan mempengaruhi kestabilan hutan.
"Jika perusahaan yang mengelola sawit maka sudah jelas Hak Guna Usahanya (HGU) dan jika melebihi bisa ditindak secara hukum akan tetapi jika masyarakat yang terus menambah area perkebunan maka mereka akan merambah hutan sebagai lahannya," terangnya.

Ia mengungkapkan, luas kawasan hutan di Solok Selatan 359.000 hektare dan hanya 122.000 yang merupakan Area Penggunaan Lain (APL).

Kawasan hutan tersebut dengan rincian Hutan Lindung (HL) 84 ribu hektar, Hutan Produksi (HP) 12 ribu hektar, Hutan Produksi Terbatas (HPT) 53 ribu hektar.

Hutan Konservasi yang juga merupakan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) 66ribu hektar, Hutan Produkis Konversi (HPK) 19 ribu hektar dan Areal Penggunaan Lainnya (APL) 122 ribu hektar.

Ia mengungkapkan, untuk mengawasi seluruh kawasan hutan yang ada pihaknya sangat kekurangan tenaga polisi hutan (Polhut).


Sumber : ciputranews dot com

Terpopuler

Terbaru

BEDAH KEMISKINAN DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN

BEDAH KEMISKINAN DAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN ALSINTAN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH melalui Kementerian Pertanian membuat...
MELEPAS BELENGGU KAPITALISME DANA DESA

MELEPAS BELENGGU KAPITALISME DANA DESA

SAPA INDONESIA - DANA desa sebagai salah satu kebijakan belanja...
PRESIDEN HARAP PENINGKATAN DANA DESA DAPAT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA

PRESIDEN HARAP PENINGKATAN DANA DESA DAPAT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA

SAPA INDONESIA - PRESIDEN Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi...
PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DIPERKIRAKAN SERAP 5 JUTA TENAGA KERJA

PROGRAM PADAT KARYA TUNAI DIPERKIRAKAN SERAP 5 JUTA TENAGA KERJA

SAPA INDONESIA - PENGGUNAAN dana desa 2018 wajib dilaksanakan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook