Kemiskinan, Penanggulangan Kemiskinan, Melawan Pemiskinan, Angka Kemiskinan, Data Kemiskinan, Pengentasan Kemiskinan, Musrenbang, TKPK, Pemberdayaan Masyarakat SAPA INDONESIA - ALIANSI STRATEGIS MELAWAN PEMISKINAN

Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

UPK KUCURKAN DANA SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP)

kemiskinan-sapa-SPPpurwakarta

SAPA - Penyaluran dana perguliran untuk empat kelompok Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Cibatu, Kecamatan Cibatu, Purwakarta diharapkan mampu meningkatkan derajat kesejahteraan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.

"Hari ini kita gulirkan sekitar Rp50 juta untuk tiga kelompok di tiga desa dari dana perguliran tahun 2012. Kelompok ini merupakan daftar tunggu dari kelompok lainnya," ungkap Aam Syamsiah, Ketua UPK Cibatu kepada Pasundan Ekspres, di kantor UPK, Rabu (17/4).

Dikatakan, sampai saat ini UPK Cibatu telah menggulirkan dana dan membina sebanyak 105 kelompok dari 9 desa yang ada di Kecamatan Cibatu. "Dari total kelompok tersebut kita terus lakukan pembinaan agar dalam pengembalian dana yang dipinjamkan tidak ada kemacetan. Dan untuk meminimalisir dan meringankan terjadinya kemacetan dilakukan dana tanggung renteng," jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya pinjaman ke kelompok tersebut terjadi peningkatan taraf perekonomian masyarakat khususnya. "Kami berharap dana yang disalurkan ini digunakan yang lebih bermanfaat sehingga uang yang diterima dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan yang utama," harapnya.

Saat ini UPK Cibatu mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tahun 2013 dari Pusat dan Cost Sharing atau Dana Daerah Urusan Bersama (DDUB) sebesar Rp900 juta. "Dana tersebut rencananya untuk 9 kegiatan fisik di 7 desa. Sementara SPP sekitar 105 kelompok di 9 desa. Dana tersebut akan dikucurkan dengan dilakukan beberapa tahapan mulai sosialisasi pelaksanaan dan evaluasi," pungkasnya.

Natalia Destiningrum ST, Fasilitator Tekhnik (FT) Cibatu berharap, kegiatan fisik yang akan laksanakan nanti untuk dikerjakan sesuai dengan RAB. Sehingga tidak merugikan masyarakat sebagai pemanfaat. "Kami harapkan TPK (tim pengelola kegiatan) sebagai pelaksanan di lapangan untuk melakukan kegiatan fisik sesuaikan dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang telah ditentukan, karena kalau keluar dari aturan tadi maka akan menghasilkan fisik yang tidak memuaskan dan yang rugi masyarakat itu sendiri," harapnya.

Dikatakan, saat ini ada beberapa desa yang membutuhkan sarana fisik. Dan ini menjadi prioritas, sehingga pendanaannya diutamakan melalui kesepakatan dalam MAD (Musyawarah Antar Desa) setelah adanya usulan dari masing-masing desa. "Saat ini sedang dibentuk tim lelang untuk tingkat desa yang mendapatkan bantuan fisik," ungkapnya.

 

Sumber : pasundanekspres dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

DANA DESA RP 79.83 MILIAR DIBAGI, DESA DIDORONG BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - DANA desa tahap pertama sebanyak 60 % dibagikan...
DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

DANA DESA TERMIN PERTAMA CAIR

SAPA INDONESIA - DANA desa termin pertama 2017 sudah mulai...
TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

TERAPKAN SISKEUDES, KADES DIMINTA REKRUT SARJANA PENDAMPING

SAPA INDONESIA - PENGELOLAAN keuangan desa berupa dana desa...
BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

BUMDES BUAT DESA LEBIH MANDIRI

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook