Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KUR RENDAH, KADIN KECAM PERBANKAN

sapa.or.id - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Firmandez, menilai bahwa kalangan perbankan Aceh tidak serius dalam menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk masyarakat.

"Saya melihat bahwa perbankan Aceh tidak serius dan lebih memilih jalan aman dalam pelaksanan penyaluran KUR di Aceh," katanya kepada Waspada Online, hari ini.

Menurutnya, plafon yang tersedia seharusnya dalam bentuk dana KUR di perbankan Aceh dapat dioptimalkan dalam pengembangan ekonomi masyarakat, namun sangat disayangkan realisasi KUR di Aceh terus menurun tiap tahunnya.

"Apa masalah persoalan mereka, sehingga tidak mampu menyalurkan dana KUR, kan dana tersebut dijamin oleh pemerintah, jadi mengapa perbankan di Aceh ragu," ujar Firmadez.

Karenanya, tambah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh ini, seharusnya konsep dan skema penyaluran KUR itu tidak mesti memberatkan masyarakat dengan persyaratan-persyaratan yang rumit serta keharusan memiliki anggunan. "Apa anggunan itu mesti menjadi prasyarat agar masyarakat dapat mengakses dana KUR," tuturnya.

Selain itu juga, sebutnya, pendampingan masyarakat yang bergerak disektor koperasi dan UKM harus dimaksimalkan oleh pemerintah, sehingga masyarakat dapat mengembangkan usahanya dan dapat mengembalikan pinjaman melalui skema pembiayaan KUR tersebut.

"Pendampingan oleh pemerintah juga harus dilakukan, agar berimbang," ulasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitas Pembiayaan dan Simpan Pinjam, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh, Murni Mard menyampaikan bahwa selama ini pihaknya sudah optimal dalam sosialisasi dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan dana KUR.

"Selama ini Disperindagkop Aceh telah melakukan peningkatan kapasitas para pendamping KUR dengan membentuk Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB)," sebutnya.

Saat ini, lanjutnya, di Aceh terdapat 14 KKMB yang bertugas melakukan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan dana KUR. "14 KKMB ini dapat insentif dari Kementrian Koperasi dalam melakukan pendampingan," tuturnya.

Selain itu juga, tambahnya, Disperindagkop juga memiliki 2 koperasi dan 13 KUKM yang berfungsi melaksanakan pendampingan masyarakat koperasi dan UKM dalam pengelolaan dana KUR.

"Jadi jika bicara bahwa pemerintah tidak memiliki konsep pendampingan untuk dana KUR, kita sudah optimal melakukannya, pertanyaannya ini adalah persoalan rendahnya realisasi dana KUR yang disalurkan perbankan di Aceh," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pada 2010 total dana KUR di perbankan Aceh Rp786 miliar, realisasi Rp430 miliar, atau 49 persen. tahun 2011 total plafon dana KUR di Perbankan Aceh Rp1,4 triliun, realisasi Rp601 miliar atau 42 persen. Tahun 2012 plafon dana KUR perbankan Aceh Rp1,64 triliun, realisasi Rp563 miliar, atau 34 persen, pada posisi Agustus 2012.


Sumber : waspada online

Terpopuler

Terbaru

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

KESENJANGAN EKONOMI JOGJA BISA BERBUNTUT KONFLIK SOSIAL

SAPA INDONESIA - KETIMPANGAN ekonomi atau gini ratio DIY yang...
VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

VALIDASI DATA KEMISKINAN HARUS DIDUKUNG SDM DAN ANGGARAN

SAPA INDONESIA - MENCERMATI fenomena angka kemiskinan yang...
BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

BELANJA ROKOK MASYARAKAT KULONPROGO TEMBUS RP96 MILIAR PER TAHUN

SAPA INDONESIA - NOMINAL belanja rokok di Kabupaten Kulonprogo,...
SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SETIAP DESA BERPOTENSI BENTUK BUMDES

SAPA INDONESIA - SETIAP desa memiliki potensi untuk membentuk...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook