Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

UKM BUTUH STIMULUS

sapa.or.id - Jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kini mencapai 54 juta unit. Sedangkan Usaha Mikro berjumlah sekitar 53,2 juta unit. Mereka belum mendapat perhatian serius sehingga usaha mikro ini sekedar sebagai usaha untuk survival. Bukan usaha karena diminati.

Nining I Soesilo, Pendiri UKM Centre Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengungkapkan hal tersebut saat tampil sebagai pembicara dalam workshop "Menembus Batas Menuju Usaha Mandiri" yang digelar Bank Mandiri di Hotel Aston Internasional, Senin, 5 November.

Menurut Nining struktur usaha di Indonesia seperti tutup gelas yang gemuk di bagian bawah dan mengecil di tengah. Di tingkat (tengah) middle, jumlahnya sangat kecil hanya sekira 4 persen dari total pengusaha di Indonesia 54 juta unit. "Kita mau strukturnya itu seperti piramida murni. Dengan struktur itu perekonomian Indonesia akan kuat," kata Nining.

UKM Centre FE-UI bekerja sama dengan Bank Mandiri melakukan roadshow ke berbagai daerah, termasuk Makassar untuk menumbuhkan minat usaha bagi kalangan muda. Bank Mandiri sendiri sejak tahun 2007 mengembangkan program Wirausaha Muda Mandiri untuk terus mengembangkan jumlah UMKM dari kalangan muda.

"Saat ini sudah lebih dari 1.000 anggota wirausaha muda. Mereka berasal dari kalangan kampus, sarjana baru lulus dan pengangguran," kata Nining.

Dia pun mengatakan, UMKM merupakan salah satu pilar perekonomian bangsa yang memberikan banyak kontribusi pada keberhasilan pembangunan. Karenanya pemerintah lembaga perbankan, harus memberikan mereka akses.

Akses permodalan dan akses untuk menaikkan soft skill. "Intinya harus ada perhatian. Usaha kecil itu nyaris tak memiliki akses ke permodalan. Makanya perlu digreat dengan meningkatkan kemampuan manajerialnya," kata Nining.

Irma Candy dari Bank Mandiri mengungkapkan, Workshop Usaha Mandiri ini bergulir di enam kota besar yakni, Banjarmasin, Medan, Pekanbaru dan Makassar. Desember menyusul, Palembang dan Malang.

Peserta workshop adalah nasabah dan calon nasabah dari bangkin bisnis Bank Mandiri. "Kita berharap melalui roadshow bisa menumbuhkan lebih banyak UKM baru. Bank Mandiri memudahkan penyaluran kredit usaha, namun tentu perlu peningkatan SDM pengelola UKM," jelas Irma.

Dia juga mengungkapkan, Bank Mandiri menyiapkan dana bisnis UKM di wilyah Sulsel cukup besar mencapai Rp1,8 triliun. Realisasi hingga September di dalamnya sudah termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekitar Rp1,7 triliun. Untuk segmen mikro dengan nilai 100 juta ketas, realisasi hingga 31 September mencapai Rp206 miliar.

"Bank Mandiri secara nasional menyiapkan Rp3,5 triliun. Segmen KUR realisasi sudah mencapai 75 persen. Diantaranya penyaluran KUR itu, ritel masih dominan mencapai 65 persen.


Sumber : Fajar Online

Terpopuler

Terbaru

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

BUMDES PERLU SERAP PRODUKSI PERTANIAN

SAPA INDONESIA - BADAN Usaha Milik Desa (BUMDES) perlu untuk...
YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

YASIN LIMPO: GUBERNUR JANGAN BIARKAN KADES DISOAL DANA DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh...
BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

BAWA DUNIA USAHA MASUK DESA, MENDES PDTT DAN MENTAN BERSINERGI

SAPA INDONESIA - PRODUK jenis jagung di Bengkulu Selatan jadi...
BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

BUPATI PURWAKARTA INGATKAN KADES TAK BIKIN KUITANSI FIKTIF DANA DESA

SAPA INDONESIA - BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi mengumpulkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook