Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

SUBSIDI YANG DINIKMATI ORANG KAYA 170 TRILIUN

kemiskinan-sapa-aburizal

SAPA - Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, meminta Pemerintah memikirkan kembali kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak yang kemudian dialihkan pada subsidi untuk pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Sebab, subsidi BBM selama ini tidak tepat sasaran dan justru lebih banyak dinikmati kalangan masyarakat menengah ke atas, bukan masyarakat miskin.

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian itu mencatat, dari Rp240 triliun anggaran subsidi BBM, sekurang-kurangnya Rp170 triliun tidak tepat sasaran. Itu artinya, sekitar 70 persen subsidi BBM dinikmati kalangan mampu yang justru tidak berhak atas subsidi itu.

"Bayangkan, setiap tahun ada Rp170 triliun subsidi BBM dinikmati oleh orang kaya, bukan mereka yang miskin dan lebih berhak," ujar Aburizal, saat menjadi narasumber utama dalam diskusi bertajuk Masa Depan Pengelolaan Migas Nasional Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi di kantor pusat Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2012.

Menurutnya, jika dana sebesar Rp170 triliun itu dialihkan untuk subsidi pendidikan dan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, tentu akan jauh lebih bermanfaat.

"Untuk membuat pendidikan gratis 12 tahun, dibutuhkan sedikitnya Rp24 triliun, masih jauh lebih banyak dibanding mensubsidi BBM yang pada kenyataannya tidak tepat sasaran. Kalau subsdi BBM itu dialihkan untuk pendidikan, tentu akan jauh lebih bermanfaat."

"Dana (sebesar Rp170 triliun) itu juga masih sangat bisa dipakai untuk membangun infrastruktur. Kalau infrastruktur kita baik, maka pertumbuhan ekonomi kita akan lebih baik. Ini juga tentu jauh lebih bermanfaat dibanding untuk subsidi BBM," kata kandidat calon presiden untuk Pemilihan Umum tahun 2014 itu.

Masalah penimbunan dan penyelundupan BBM bersubsidi, imbuh Aburizal, juga merupakan sebab dari kebijakan subsidi BBM tersebut. Perbedaan harga yang mencolok antara BBM bersubsidi dengan BBM nonsubsidi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi, sehingga ia turut berperan dalam menciptakan inefisiensi konsumsi BBM. (eh)

 

bisnis dot news dot viva dot co dot id

Terpopuler

Terbaru

GUNUNG KIDUL MENARGETKAN ANGKA KEMISKINAN BISA DITEKAN HINGGA 15 PERSEN

GUNUNG KIDUL MENARGETKAN ANGKA KEMISKINAN BISA DITEKAN HINGGA 15 PERSEN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten Gunung Kidul, Daerah...
GUS IPUL INGIN TEKAN ANGKA KEMISKINAN SAMPAI 9 PERSEN

GUS IPUL INGIN TEKAN ANGKA KEMISKINAN SAMPAI 9 PERSEN

SAPA INDONESIA - PERTUMBUHAN ekonomi Jawa Timur, di era kepemimpinan...
WABUP PANGKEP: DATA KEMISKINAN ANTAR OPD HARUS SINKRON

WABUP PANGKEP: DATA KEMISKINAN ANTAR OPD HARUS SINKRON

SAPA INDONESIA - PERBEDAAN data jumlah kemiskinan sesama lembaga...
PROGRAM PADAT KARYA TAHUN INI SASAR SERIBU DESA

PROGRAM PADAT KARYA TAHUN INI SASAR SERIBU DESA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya (cash for work) melalui...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook