Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

APBD KABUPATEN BIMA 2013 DIPROYEKSIKAN TEMBUS RP 1,011 TRILIUN

kemiskinan-sapa-bupatibima

SAPA - Proyeksi pendapatan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2013, direncanakan sebesar Rp1,011 triliun.

Merujuk pembangunan yang telah dilaksanakan tahun 2011 silam, telah mampu mendongkrak kinerja perekonomian Kabupaten Bima. Hal ini ditunjukkan dari dinamisnya aktivitas ekonomi yang tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bima 5,63%.

Lewat Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kabupaten Bima, Kamis (29/11) lalu—Bupati memberikan tanggapan atas masukan, usulan dan saran yang diajukan beberapa fraksi, diantaranya Fraksi PBKPD, Fraksi PAN dan Fraksi Karya Nurani terkait pencapaian PAD yang tidak sesuai dengan target dalam APBD tahun anggaran 2011.

Mencermati ralisasi PAD yang tidak mencapai target, Fraksi PBKPD, Fraksi PAN dan Fraksi Karya Nurani menyampaikan pandangan Bupati agar memberikan reward dan punishment pada setiap SKPD yang dinilai berhasil atau gagal dalam pelaksanaan tugasnya serta memberikan sanksi kepada kepala-kepala dinas yang tidak mampu memenuhi pencapaian target PAD.

Menjawab harapan Dewan—Bupati mengatakan—eksekutif secara berkala terus melakukan evaluasi terhadap SKPD dalam pencapaian PAD. Sanksi berupa peringatan dan teguran selalu disampaikan di berbagai forum rapat dan pertemuan agar pimpinan SKPD tidak lupa terhadap kewajibannya untuk mencapai target PAD dan tidak semata berfokus pada belanja.
"Penghargaan (reward) diberikan dalam bentuk insentif secara berkala bagi SKPD yang melebihi target yang ditetapkan," terang Bupati.

Bupati juga menyampaikan terkait agar segera menindaklanjuti temuan BPK hasil pemeriksaan atas APBD TA 2011, serta permintaan Fraksi PAN agar eksekutif lebih serius dan konsisten dalam pengelolaan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil audit BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima atas APBD Tahun Anggaran 2011 meskipun tidak mengembirakan kita semua, namun sesungguhnya memberikan motivasi bagi kami pihak Eksekutif untuk berpacu meraih kembali predikat WDP bahkan bila memungkinkan mencapai WTP.

Tentunya, untuk meraih itu semua, eksekutif tidak berpangku tangan—tetapi telah disusun action plan (rencana tindak lanjut) yang berisi jadwal waktu, target dan tindakan yang akan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.

Secara umum, sebagian besar tindak lanjut berupa pembenahan aspek administrasi dan pengembalian kerugian daerah dan negara.

Sementara terkait pengembalian hasil temuan BPK, H Ferry menyampaikan bahwa khusus pengembalian kerugian daerah dan negara, eksekutif selalu berupaya maksimal setiap tahunnya dengan memberikan himbauan, teguran dan pernyataan tertulis dari pihak yang terindikasi merugikan daerah dan negara untuk mengembalikan uang tersebut. Apa bila cara tersebut belum efektif, eksekutif juga menaikkan statusnya dengan keputusan majelis tim Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR).

Berdasarkan data Inspektorat total temuan kerugian BPK sebesar Rp340,7 juta dan telah ditindaklanjuti sebesar Rp133,2 juta dan sisanya akan diupayakan penyelesaiannya dalam kurun waktu 1 tahun ke depan. Sedangkan temuan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tahun anggaran 2011, telah disetor ke kas negara sebesar Rp90,7 juta.

Soal kemiskinan, Bupati mengatakan, angka kemiskinan yang mengalami penurunan dari 20,42% tahun 2010 menjadi 18,33 % tahun 2011. Menurunnya angka kemiskinan tersebut adalah akibat meningkatnya pendapatan riil masyarakat dibandingkan dengan garis kemiskinan.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari terobosan berbagai program penanggulangan kemiskinan diantaranya program beras miskin, program keluarga harapan, pnpm, dan sejumlah program pemberdayaan ekonomi produktif yang dilakukan pemerintah daerah selama ini.

"Catatan prestasi yang telah dicapai tersebut hendaknya tidak membuat kita berpuas diri, akan tetapi semakin memacu semangat untuk bekerja lebih keras lagi guna meraih prestasi yang lebih baik, dengan mencari terobosan-terobosan baru dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh daerah dan masyarakat bima saat ini dan ke depan," kata Bupati.
Untuk mencapai target kinerja pembangunan, Bupati akan melakukan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2013 dengan memfokuskan pada empat belas program prioritas pembangunan.

Secara rinci, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2013, diantaranya terkait Pendapatan, Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Bima untuk tahun 2013 direncanakan sebesar Rp1,011 triliun—yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp66,4miliar yang berarti mengalami penurunan sebesar 3,02% dari target tahun sebelumnya Rp68,5 miliar. Kemudian dana perimbangan direncanakan sebesar Rp825,3 miliar yang berarti mengalami peningkatan 14,75% dari target sebelumnya sebesar Rp719,2 miliar.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah, direncanakan sebesar Rp119,9miliar yang berarti mengalami penurunan sebesar Rp14,2 miliar atau -10,58% dari target tahun sebelumnya sebesar Rp134,1 miliar.

Kemudian terkait belanja, jumlah belanja dalam RAPBD TA 2013 direncanakan sebesar Rp1,016 triliun mengalami kenaikan Rp65,5 miliar atau 6,89% dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp951,4 miliar.

Adapun rincian total belanja—belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp641,5 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp35,01 miliar atau 5,77 % dari anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp606,5 miliar.

Belanja langsung, direncanakan sebesar Rp375,4 miliar mengalami kenaikan Rp30,5 miliar atau 8,84 %, jika dibandingkan dengan belanja langsung pada APBD tahun 2012 setelah perubahan sebesar Rp344,9 miliar.

Kemudian, pembiayaan dari sisi penerimaan, pos pembiayaan 2013 direncanakan sebesar Rp7,69 miliar yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Anggaran Tahun Sebelumnya (SILPA) dan penerimaan kembali pemberian pinjaman Rp30 juta.

Sedangkan dari pos pengeluaran pembiayaan, komponen penyertaan modal (investasi) daerah untuk tahun 2013 direncanakan sebesar Rp2,49 miliar dengan demikian terdapat pembiayaan netto sebesar Rp5,2 miliar untuk menutupi kelebihan belanja terhadap pendapatan dalam rancangan APBD TA 2013.

"Rencana APBD TA 2013 nanti, berisi program prioritas dan kebutuhan dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut akan terus diakomodir secara bertahap sesuai dengan urgensi, kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah," terang Bupati.

(adi arega)

kampungmedia-bolo dot blogspot dot com

Terpopuler

Terbaru

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

KERJA 2018 ADALAH AKSELERASI, ARAH PERTUMBUHAN KE EKONOMI KAWASAN

SAPA INDONESIA - RENCANA kerja pemerintah pada 2018 adalah...
MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

MENEMUKAN KORUPSI DANA DESA? HUBUNGI NOMOR INI...

SAPA INDONESIA - SAAT ini pembahasan potensi korupsi dana desa...
BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

BANYAK KADES YANG BELUM BISA BUAT RAPB DESA

SAPA INDONESIA - KETUA Satgas Dana Desa Bibit Samad Riyanto...
JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

JOKOWI INGIN PENDUDUK DAPAT LAYANAN INFRASTRUKTUR LEWAT DANA DESA

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH terus meningkatkan alokasi dana...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook