Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BERHENTILAH “MEMBAKAR” UANG !

SAPA - Setiap orang yang merokok selama puluhan tahun, sesungguhnya telah "membakar" sebuah rumah layak huni, mengingat nilai uang yang telah dihabiskan selama ini.

Ironisnya, kata Bupati Waykanan Lampung, Bustami Zainudin, sebagian besar masyarakat yang masih tercatat dalam rumah tangga miskin (RTM), kepala keluarganya adalah perokok.

Jika harga satu bungkus rokok rata-rata Rp10.000 lalu dikalikan 30 hari, kemudian dikalikan 12 bulan, berarti sudah Rp3,6 juta telah "dibakar" setiap tahun oleh para perokok itu. Dalam waktu 10 tahun, berarti sebanyak Rp36 juta duit telah berubah menjadi abu!.

"Itu ialah kenyataan yang membuat miris. Ketika pemerintah telah menghemat, antara lain menekan subsidi bahan bakar minyak dan lain sebagainya untuk dapat membantu membelikan beras bagi orang yang mengaku miskin, justru pihak akan dibantu malahan berlaku boros dengan membakar uang Rp300.000 per bulannya," ujar Bupati Waykanan itu lagi.

Bupati Bustami Zainudin memimpin kabupaten yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara yang berada di barat Kabupaten Tulangbawang. Secara resmi, Waykanan dibentuk pada 27 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Kabupaten Waykanan.

Jumlah penduduk di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan ini pada tahun 2010 berjumlah 406.735 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,40 persen. Sebanyak 36.034 kepala keluarga (KK) masih tercatat sebagai keluarga miskin (RTM). Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat menyebutkan, indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah yang berada di timur Kabupaten Lampung Barat itu adalah 69, berada di bawah IPM nasional. Pendapatan Domestik Regional Brutto (PDRB) per kapita penduduk Kabupaten Way Kanan atas dasar harga berlaku tahun 2011 mencapai Rp8.379.067 atau terdapat pertumbuhan riil sebesar 4,84 persen.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014, daerah yang berada di sebelah utara Kabupaten Lampung Utara itu merupakan satu dari 183 kabupaten dikategorikan sebagai daerah tertinggal di Indonesia. Menurut Bustami yang telah dilantik 23 Agustus 2010 bersama Wakil Bupati Raden Nasution Husin itu, untuk mengentaskan warga miskin daerah itu menjadi sejahtera bukanlah tugas mudah.

Karena itu, guna memutus mata rantai kemiskinan, Pemkab Waykanan memberlakukan Program Wajib Belajar 12 tahun.

Pendidikan hingga jenjang sekolah lanjutan atas di daerah itu bebas biaya. Tetapi tetap saja, hal tersebut harus didukung dengan belanja untuk bidang kesehatan, pendidikan, dan gizi keluarga yang masih lebih tinggi dibandingkan belanja untuk pembelian rokok.

"Miris rasanya anak-anak jadi ingat terus nilai jual rokok karena setiap hari disuruh bapaknya membeli rokok seharga Rp7.000 per bungkus. Semakin miris juga rasanya ketika anak-anak mengatakan hanya dikasih uang jajan Rp1.000 oleh bapaknya yang perokok, dan bahkan kadangkala juga tidak dikasih uang jajan itu," ujar Bustami menyatakan keprihatinannya. Sebanyak 16 negara yang menyelenggarakan Global Adults Tobacco Survey (GATS), Indonesia memiliki jumlah perokok aktif terbanyak dengan prevalensi 67 persen laki-laki dan 2,7 persen wanita atau 34,8 persen penduduk atau sekitar 59,9 juta orang. Pada tahun 2010, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan Sri Widodo, ditemukan angka sangat mengejutkan berkaitan dengan pemakaian rokok di daerah yang telah dicanangkan sebagai "Bumi Petani" itu. "Sebanyak 90 persen masyarakat mengkonsumsi rokok di rumah tangganya. Angka tersebut sangat mengecewakan," kata dia lagi.

Saat kunjungan ke lapangan, ujar Widodo lagi, salah satu masyarakat yang tercatat sebagai warga miskin mengatakan telah mengkonsumsi rokok selama hampir 50 tahun.

 

Setelah dihitung-hitung hampir Rp80 juta telah "dibakar" melalui rokok itu.

Belum lagi biaya kesehatan untuk berobat sebagai dampak merokok.

"Sebagian besar siswa juga mengacungkan tangan, ketika ditanya siapa yang ayahnya merokok," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan Gino Vanollie menambahkan.

Hal lain yang mengkhawatirkan adalah testimoni sangat beragam anak-anak mengenai rokok itu.

Saat ditanya kenapa tidak merokok? Maka jawaban mereka umumnya karena masih kecil.

"Berarti kalau sudah gede akan merokok. Ada juga jawaban lain, tidak punya uang, itu menandakan jika punya uang akan merokok. Karena itu, proses edukasi bahwa merokok banyak mudaratnya harus sampai kepada anak-anak sejak sekarang," ujar Gino pula.Atas dasar itulah, membangun generasi bangsa Indonesia yang berkualitas tanpa ketergantungan dengan rokok perlu terus dilakukan.Pemkab Waykanan melalui instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, berupaya mengurangi tingkat konsumsi rokok yang selalu meningkat pada kalangan pemula."Merokok bukan hanya dapat mencelakakan diri sendiri, tapi juga mencelakakan orang lain, bahkan kalau kita sebagai kepala keluarga merokok, kita juga telah meracuni keluarga kita," kata Gino lagi.

Berdasarkan aspek ekonomi, kata dia lagi, merokok dapat makin memiskinkan bagi kalangan yang sudah miskin. Padahal, belum ada hasil rujukan penelitian yang membenarkan atau menunjukkan bahwa rokok itu mempunyai manfaat bagi kesehatan dan ekonomi. "Merokok itu tidak lain adalah perilaku membuang uang secara percuma. Jika berdampak positif bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan, merokok sebenarnya tidak masalah. Tapi kenyataannya, secara ekonomi dan kesehatan merokok sangat merugikan," kata dia lagi. Ia menegaskan, merokok itu merupakan perilaku orang perseorangan.

Penyakit mematikan sekarang ini, ujar Gino lagi, merupakan penyakit tidak menular yang salah satunya akibat perilaku merokok itu. Dia berpendapat, mengubah perilaku merokok itu harus lewat pendidikan dan sekolah, sehubungan ruang tersebut merupakan pusat pembudayaan. "Sekolah harus terus membudayakan praktik baik dan positif bagi anak-anak. karena itulah Satgas Antirokok dibentuk di setiap sekolah di Waykanan," ujar dia pula.

 

Jajajaran kesehatan, kata Bupati Bustami menambahkan, harus melakukan Gerakan Stop Merokok secara masif.

Satgas Antirokok dari SD, SLTP, dan SLTA harus diberi ketentuan dan wewenang jelas.

"Siapa pun yang merokok dan masuk ke lingkungan sekolah harus dihentikan," kata Bustami lagi. Pemkab Waykanan menurut dia, telah bersungguh-sungguh mengkampanyekan Gerakan Stop Merokok. Lingkungan pendidikan adalah kawasan dilarang merokok di daerah itu, termasuk tempat kursus dan lembaga pendidikan lain yang harus bebas dari asap rokok. "Karena ini menyangkut perubahan perilaku, urusannya menjadi tidak sederhana. Jadi harus melibatkan pemangku kepentingan dan pembangunan serta harus disosialisasikan secara kontinu," ujar Kadis Pendidikan Waykanan Gino Vanollie pula.

Program anti rokok harus dilaksanakan, kata Kadis Kesehatan Waykanan Widodo menambahkan.  Bila tidak, akan mengganggu percepatan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi warga miskin di daerah ini, ujar dia lagi. Masyarakat berperilaku hidup sehat akan mendukung adanya sumberdaya manusia berkualitas untuk menjamin masa depan anak-anak Indonesia menjadi cerdas dan kreatif.

Kebiasaan merokok, apalagi bagi keluarga miskin, hanya akan berdampak makin menyengsarakan mereka. Haruskah kita membiarkan kebiasaan "membakar" uang itu terus berlangsung, dengan mengabaikan keperluan dukungan pembiayaan pendidikan generasi bangsa dari rumah-rumah warga kita semua?.


Budisantoso Budiman Antaranews lampung

Terpopuler

Terbaru

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...
RAKOR KEMISKINAN MINIM DIHADIRI KETUA TPKD

RAKOR KEMISKINAN MINIM DIHADIRI KETUA TPKD

SAPA INDONESIA - RAPAT Koordinasi (Rakor) teknis tentang penanggulangan...
WAGUB: PEMBANGUNAN TIDAK MERATA PEMICU ANGKA KEMISKINAN

WAGUB: PEMBANGUNAN TIDAK MERATA PEMICU ANGKA KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - WAKIL Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin...
KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

KEMENDES TARGETKAN KALSEL TERBANGUN 200 DESA ONLINE

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook