Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

KATEGORI KELAPARAN SERIUS UNTUK INDONESIA

kemiskinan-sapa-kelaparanseriusSAPA - Jauh dari pujian internasional sebagai negara ekonomi raksasa masa depan, kinerja Indonesia paling dasar yaitu menanggulangi masalah kelaparan ternyata paling buruk di Asia Tenggara. Dalam kurun waktu 2003 hingga 2012, posisi Indonesia dalam Indeks Kelaparan Global hanya turun dari 12,47 menjadi 12 dan termasuk kategori kelaparan serius. Selisih penurunan 0,47 poin, jauh di bawah kinerja Vietnam yang 15 kali lebih baik, Thailand 9 kali, Malaysia 4 kali, dan bahkan Laos 9 kali lipat lebih baik.

Paradoksnya, pada kurun waktu hampir bersamaan jumlah orang kaya di Indonesia meningkat lima kali lipat. Indonesia adalah negara paling spektakuler dengan peningkatan jumlah orang kaya tercepat di dunia dalam dekade ini. Akumulasi total 40 orang terkaya telah setara dengan kekayaan 77 juta penduduk pada tahun 2011. Kesenjangan Indonesia kini terburuk sepanjang sejarah dengan koefisien Gini yang telah mencapai 0,41.

Meski kelaparan masih menjadi persoalan hebat, namun pemerintah kurang melihat hal ini sebagai persoalan serius. Anggaran subsidi pangan dalam APBN 2013 hanya sebesar Rp 17,2 triliun, turun Rp 3,7 triliun dibandingkan APBNP tahun 2012 yang sebesar Rp 20,9 triliun. Kemiskinan juga menjadi penyebab utama kelaparan. Meski anggaran kemiskinan tahun 2012 hampir mencapai RP 100 triliun atau berlipat lebih dari 4 kali dibandingkan tahun 2005, namun pengurangan kemiskinan makin mengecewakan.

Untuk mengatasi kelaparan, Indonesia perlu meningkatkan anggaran subsidi non energi, terutama benih, pupuk dan pangan meningkat paling tidak dua kali lipat. Anggaran harus ditransfer langsung ke petani atau subyek penerima, untuk menghindari kebocoran dan penyelewengan dana, kata Setyo Budiantoro Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa.

Menurutnya DPR juga perlu membuat Panitia Khusus (Pansus) untuk audit kinerja penanggulangan kemiskinan. Anggaran yang terus membesar namun kinerjanya makin mengecewakan tentu perlu diperiksa dan dievaluasi, mengapa anggaran seakan sia-sia dan hal ini terus saja terjadi.

Dirjen Pajak juga perlu menambah paling tidak 20 Kantor Pelayanan Pajak Wajib Besar Orang Pribadi (KPP WP Besar OP) baru dalam 2 tahun, khusus menangani High Wealth Individual (HWI) atau orang kaya dan super kaya.

Pada saat ini hanya sekitar 2.000 HWI yang dilayani, padahal diperkirakan HWI di Indonesia berjumlah 104 ribu orang tahun 2012 dan akan meningkat 2 kali lipat tahun 2017, kata Luhur Fajar Martha Research Associate Perkumpulan Prakarsa.

Dengan penerimaan pajak yang tinggi dari orang kaya, lanjut Fajar, berbagai program redistribusi dapat dibuat berskala jauh lebih besar untuk mengurangi kesenjangan.


Sumber : Berita Batavia

Terpopuler

Terbaru

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

KEMISKINAN ANCAM WARGA YOGYAKARTA, JADI TAMU DI DAERAH SENDIRI

SAPA INDONESIA - PERKEMBANGAN wilayah perdesaan (rural) di...
RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

RPJMN TARGETKAN RASIO GINI MENCAPAI 0,36 PADA 2019

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH berkomitmen mempercepat laju pemerataan...
KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

KETIMPANGAN SOSIAL TURUN BANTU CAPAI TARGET SDGS

SAPA INDONESIA - SEJALAN dengan penurunan rasio gini, indeks...
KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

KORUPSI DANA DESA RP 137,9 JUTA, SEORANG KADES DITAHAN

SAPA INDONESIA - KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Gunungkidul, Yogyakarta,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook