Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

IDI - INDEKS DEMOKRASI INDONESIA MENURUN

kemiskinan-sapa-indeksdemokrasiindonesaSAPA - Indonesia mengalami kemunduran dalam aspek kebebasan sipil dan hak-hak politik. Demikian hasil kesimpulan pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2010 yang diluncurkan hari ini. 

Pada hasil indeks pengukuran tersebut, yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik, tercantum bahwa dari skala 1-100 Indonesia hanya berhasil meraih total poin 63,2 untuk tahun 2010, sedangkan pada indeks tahun 2009 Indonesia berhasil mencapai total poin 67,3. Metode yang digunakan untuk menyusun indeks tersebut terbagi menjadi kuantitatif dan kualitatif.

Pengumpulan data secara kuantitatif dilakukan dengan mengumpulkan berita dari surat kabar dan dokumen tertulis. Surat kabar yang dijadikan sumber adalah surat kabar yang sudah diseleksi berdasarkan oplah terbesar dan independensi.

Sedangkan pengumpulan data secara kualitatif dilakukan dengan membentuk Focus Group Discussion (FGD) dan melakukan wawancara mendalam.

Apakah dengan penurunan skor tersebut dapat dikatakan demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran? Wakil Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo membantah hal tersebut.

"Demokrasi di Indonesia masih sama," ujarnya, Rabu (12/12). "Indeks ini sengaja mengukur prilaku masyarakat dan pemerintah pada praktek pelaksanaannya."

Ia menjelaskan perilaku seperti demonstrasi yang menggunakan kekerasan adalah perilaku tidak demokratis dan memengaruhi perhitungan skor. Maka, ia menegaskan, penurunan skor sebesar 4,1 tidak bisa diartikan sebagai melemahnya demokrasi, melainkan hanya sebatas fluktuasi.

"Ini menandakan dinamika demokrasi negara kita yang sangat dinamis," tambahnya lagi.

Demokrasi Indonesia juga dinilai istimewa karena selain mengandung nilai-nilai universal, juga mengandung nilai-nilai tradisional seperti musyawarah dan toleransi. 

Adapun, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan rakyat Indonesia boleh berbangga atas homegrown democracy yang dimiliki bangsa ini.

"Sistem demokrasi yang kita miliki sekarang ini adalah khas Indonesia, bukan produk luar negeri," ujarnya.

Bahkan, beberapa lembaga internasional juga telah menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jepang, dan lain-lain.

Meski demikian, majalah The Economist pada tahun 2010 menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 167 negara .

Salah satu penyebab maraknya praktik tidak demokratis, sebagaimana dirangkum dalam kesimpulan indeks tersebut, adalah timbulnya sinisme terhadap demokrasi.

Pasalnya, sinisme itu muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat sistem yang ada tidak mampu menjadi solusi segala persoalan mereka.

Tentunya ini menjadi tantangan untuk membangun demokrasi yang lebih berkualitas, menjunjung kedaulatan rakyat, dan menyejahterakan warga, kata Guru Besar FISIP UI Maswadi Rauf yang tergabung di dalam tim penyusun IDI.

"Pemerintah tentu akan meningkatkan pelayanannya, tetapi untuk memajukan demokrasi adalah tanggung jawab kita semua," kata dia.

Indeks tahun 2010 ini juga mencantumkan poin demokrasi setiap provinsi. DKI Jakarta meraih peringkat pertama dengan poin 77,4 sementara di peringkat paling rendah terdapat Sulawesi Tenggara dengan poin 54,8.


Sumber : Berita satu dot com

Terpopuler

Terbaru

KE ISTANA, BIBIT SAMAD BAHAS DANA DESA DENGAN TETEN MASDUKI

KE ISTANA, BIBIT SAMAD BAHAS DANA DESA DENGAN TETEN MASDUKI

SAPA INDONESIA - KETUA Satgas Dana Desa Bibit Samad Rianto...
60 PERSEN DESA SUDAH TERAPKAN SISTEM INFORMASI

60 PERSEN DESA SUDAH TERAPKAN SISTEM INFORMASI

SAPA INDONESIA - KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)...
PENURUNAN DANA DESA GUNUNGKIDUL BELUM DISOSIALISASIKAN

PENURUNAN DANA DESA GUNUNGKIDUL BELUM DISOSIALISASIKAN

SAPA INDONESIA - PAGU anggaran dana desa 2018 dari Pemerintah...
AWASI DANA DESA, KAPOLDA MOU DENGAN GUBERNUR JATIM

AWASI DANA DESA, KAPOLDA MOU DENGAN GUBERNUR JATIM

SAPA INDONESIA - KAPOLDA Jatim Irjen Pol Mahfud Arifin melakukan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook