Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

PASCA 2015 PETA KEMISKINAN DUNIA TELAH BERGESER

kemiskinan-sapa-sby1

SAPA - Peta peningkatan kemiskinan dunia saat ini telah bergeser dari negara berpenghasilan rendah ke negara berpenghasilan menengah yang stabil.
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan berdasarkan penelitian Brookings Institute sedikitnya 49% dari orang yang hidup dalam kemiskinan di dunia sekarang berada pada negara-negara berpenghasilan menengah yang stabil dan 41% berada di negara yang lemah.
"Ini berbanding terbalik dengan negara-negara yang berpenghasilan rendah yang justru mengalami penurunan," katanya dalam pertemuan dan konsultasi regional dalam menuju agenda pembangunan pasca-2015, Kamis (13/12/2012).
Menurut SBY dari dari 80% orang yang hidup dalam kemiskinan pada 1990 sedikitnya menurun menjadi 10%. Untuk itu, persoalan kemiskinan yang menjadi isu utama target pembangunan milenium (Millennium Development Goal's/MDG's) merupakan kondisi nyata yang dihadapi semua negara baik yang lemah, berkembang, dan maju sekalipun.
Sebagai acuan pembangunan, lanjut SBY, penerapan MDG's di Indonesia dilakukan secara konsisten dan kompatitel. Terbukti sejak tahun 1990, Indonesia telah mengurangi kemiskinan dari 20,6% menjadi 11,9% pada 2012.
Pencapaian pendidikan dasar universal untuk anak-anak dengan program wajib belajar 9 tahun primer dan sekunder, angka penurunan kematian bayi dari 68 per 1.000 kelahiran pada tahun 1991 menjadi 34 per 1.000 kelahiran pada tahun 2007.
"Ini juga mengapa kita telah meluncurkan Rencana Induk Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan (MP3K). Dengan rencana induk ini, tujuan kami adalah untuk mencapai kurang dari 6% tingkat kemiskinan pada tahun 2025," ungkapnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengupayakan beberapa langkah di antaranya program pembangunan harus dibuat konsisten terhadap pemberantasan kemiskinan, masyarakat miskin harus diberikan akses pekerjaan layak dan kesempatan ekonomi, memberikan akses kebutuhan dasar seperti gizi, kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih dan sanitasi.
Selain itu, upaya yang lainnya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung dalam bentuk stabilitas ekonomi dan keuangan, memberikan jaringan pengaman sosial kepada masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan dukungan dari kebijakan nasional yang sehat dan diperkuat oleh kemitraan global.
Terkait dengan kemitraan global dan seiring dengan MDG's yang akan selesai pada tiga tahun lagi, sekiranya mendesak untuk kembali menetapkan tujuan dan target baru pasca-MDG's. Kesinambungan MDG's ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleksitas pembangunan yang baru saat ini dihadapkan pada persoalan seperti ketimpangan, pengangguran, lingkungan dan perubahan iklim.(ems)

bali-bisnis dot com

Terpopuler

Terbaru

PARA PEREMPUAN DIAJAK TINGKATKAN AKTIVITAS POLITIKNYA

PARA PEREMPUAN DIAJAK TINGKATKAN AKTIVITAS POLITIKNYA

SAPA INDONESIA - PARA perempuan diajak untuk meningkatan aktivitas...
PENDAPATAN DAERAH OVER TARGET RP18,4 MILIAR

PENDAPATAN DAERAH OVER TARGET RP18,4 MILIAR

SAPA INDONESIA - PENDAPATAN Asli Daerah Pemerintah Kabupaten...
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA MASIH MINIM

PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA MASIH MINIM

SAPA INDONESIA - BEBERAPA desa di Kabupaten Temanggung mengaku...
ANGKA INFLASI DAN KEMISKINAN DI KLATEN TURUN

ANGKA INFLASI DAN KEMISKINAN DI KLATEN TURUN

SAPA INDONESIA - PEMKAB Klaten mengklaim inflasi dan jumlah...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook