Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

RAPBD KOTA PADANGPANJANG SEBESAR RP. 412 MILIAR

kemiskinan-sapa-padangpanjangSAPA - Penyiapan RAPBD 2013 Kota Padangpanjang memang tidak secepat tahun-tahun lalu, yang bisa ketuk palu sebelum pertengahan Desember. Tapi ada berita gembira, yakni pendapatan RAPBD 2013 naik jadi sekitar Rp.412 miliar dari Rp.374 milyar sebelumnya di KUA-PPAS 2013.

Hal ini terungkap lewat Faisal dari Kabid Pendapatan pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (P2KAD) Kota Padangpanjang, dan Desva Remindo dari aggota Banggar DPRD atas pertanyaan koran ini terpisah akhir pekan kemarin, terkait gambaran RA-PBD 2013 kota itu yang dibahas oleh TAPD bersama Banggar DPRD sejak beberapa hari lalu.

Sehubungan ada tambahan pendapatan yang cukup signifikan itu, rencana belanja pada 2013 datang menurut Faisal dan Desva Remindo juga naik jadi sekitar Rp.446 miliar. Rencana pendapatan Rp.412 miliar dengan belanja Rp. 446 miliar tadi memang ada devisit, tapi itu bisa ditutup dengan Silpa tahun 2012.

Terjadinya tambahan pendapatan sebesar Rp. 38 miliar pada 2013 itu menurut Faisal dan Desva, sebagian besar karena ada tambahan penerimaan dari pos dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp. 33 miliar, berikut tambahan dari dana alokasi khusus (DAK) sekitar Rp. 4 miliar, dan dari pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp.1 miliar.

Khusus rencana pemasukan dari PAD atas APBD (Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah) 2013, Faisal menyebut ditarget jadi Rp. 39 miliar, yang sebelumnya pada 2012 Rp. 33,5 miliar. Lompatan ini masih dari pengaruh Retrebusi layanan kesehatan pada RSUD yang ditarget naik lagi dari Rp. 14,5 miliar pada 2012 jadi Rp. 16,5 miliar pada 2013.

Ditanya terkait kebijakan belanja pembangunan pada 2013 datang, Desva Remindo, anggota Banggar dari Fraksi Paria Golkar ini, menyebut tetap sejalan dengan KUA-PPAS 2013, yakni lebih fokus ke upaya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Sebab dari 4 misi dalam RPJM 2008-2013 Kota Padangpanjang yakni mewujudkan kota tujuan layanan pendidikan, tujuan layanan kesehatan, peningkatan ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan pemerintahan yang bersih yang masih agak lemah itu capaiannya di misi ketiga, khususnya di bagian upaya pengentasan kemiskinan.

Terkait upaya pengentasan kemiskinan ini, salahsatu persoalannya adalah masih banyak keluarga miskin itu yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Data PPLS-BPS 2011 mengungkap ada sekitar 271 unit lagi. Dari jumlah itu, 53 unit direhab lewat program bantuan bedah-rumah 2012 oleh Pemko. Jadi bersisa sekitar 218 unit lagi.

Ditanya pandangannya atas hasil temuan survei tim Pemko atas sebagian besar rumah RTLH itu tanahnya bermasalah, sehingga akan jadi kendala dalam program lanjutan bantuan bedah rumah itu pada 2013, Desva menanggapi; DPRD mungkin akan coba pelajari wacana pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) murah untuk keluarga miskin itu.

Sebab secara wacana, untuk sekitar 218 unit rumah RTLH itu dibangun 2 unit Rusunawa bertingkat tiga, misalnya 1 unit di wilayah barat, 1 unit di timur. Sumber dana pembangunannya diupayakan ke Kemenpera RI, sedang tanahnya diupayakan oleh Pemko. Kelihatannya, wacana ini logis, kita akan pelajari dan bicarakan bersama ekskutif.


Padang Express.

Terpopuler

Terbaru

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

PKH MENDORONG ANAK-ANAK PENERIMA MANFAAT UNTUK BERPRESTASI

SAPA INDONESIA - PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi...
CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

CEGAH URBANISASI, INFRASTRUKTUR DESA PERLU DIGENJOT

SAPA INDONESIA - PEMBANGUNAN wilayah pedesaan dalam program...
RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

RATUSAN DESA BELUM PUNYA BUMDES

SAPA INDONESIA - RATUSAN desa di Pamekasan belum memiliki badan...
DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

DESA DIDORONG OPTIMALKAN PENYERAPAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - SAAT ini, masih ada satu desa di Boyolali,...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook