Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

TERJADI PENYELEWENGAN DANA PNPM MPd-BKPG

kemiskinan-sapa-danapnpmdiselewengkanSAPA - Polres Aceh Tengah didesak untuk dapat segera mengusut tuntas pelaku penyelewengan dana PNPM Mandiri Pedesaan 2008-2010 dan BKPG 2010 yang diduga melibatkan mantan Fasilitator Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah.

Fasilitator Kabupaten Aceh Tengah, Chairullah mengatakan kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Silih Nara pada 11 Januari 2012 dan ke Polresta Aceh Tengah pada Februari lalu.

Sayangnya, hingga kini proses penanganan kasus tersebut terkesan jalan ditempat. "Kalau laporan ini tidak berlanjut, kami khawatir Kecamatan Silih Nara akan masuk dalam kecamatan bermasalah pada tahun 2013 mendatang.

Seluruh bantuan program yang dikelola oleh PNPM Mandiri Perdesaan akan dihentikan," terang Chairullah.

Chairullah menyebutkan, sebelum persoalan dugaan penyelewengan anggaran yang totalnya mencapai Rp.788 juta ini diserahkan pada polisi, desakan agar pengembalian dana tersebut sudah dilakukan.

Hal itu kata Chairullah, dilakukan melalui pertemuan yang dihadiri langsung oleh Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Aceh Tengah, BKAD, pengurus UPK, tim Fasilitator Kabupaten dan Kecamatan, hingga terduga pelaku penyelewengan anggaran WGP (39).

Dalam pertemuan yang digelar, terduga WGP telah mendatangani surat pernyataan benar telah menggunakan anggaran yang harusnya diperuntukkan bagi masyarakat, untuk kepentingan pribadi.

Termasuk menandantangani surat pernyataan bersedia mengembalikan dana tersebut dengan cara mencicil mulai 30 November 2011 hingga 30 Oktober 2012.

"Namun hingga kini terduga masih hanya membayar Rp18 juta uang Negara tersebut," terangnya.

Dijelaskannya, dengan tak jelasnya atas penanganan kasus tersebut akan menjadikan Kecamatan Silih Nara sebagai sorotan utama dalam pelaksanaan program PNPM Mandiri Perdesaan, yang didukung oleh Bank Dunia dan BKPG yang bersumber dari anggaran Pemerintah Aceh.

"Dana yang diselewengkan ini merupakan Bantuan Langsung Masyarakat," tambah Chairullah.

 

Dana Ditarik dari UPK

Dia merincikan, penyimpangan dana APBA 2010/BKPG2010 dari 13 desa di Kecamatan Silih Nara sebesar Rp.285 juta.

Kemudian, terduga mengalihkan dana tersebut ke rekening pribadi sesuai dengan adanya kebijakan Satker Propinsi untuk mengosongkan rekening bank dana BKPG agar dapat dilakukan transfer dana tahun berikutnya.

Penyimpangan ini dilakukan untuk menutupi penimpaan dana Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) PNPM MPd Rp 486 juta. Namun rencana ini justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Terduga juga telah melaporkan 12 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) fiktif di 8 desa di tahun 2009. Dengan nilai mencapai Rp 486 juta.

Selain itu, ada pula dugaan penyimpangan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) tahun 2008 Rp 17 juta untuk kegiatan fisik di Desa Jerata Rp 10 jtua dan Sembelit Mutiara Rp7 juta.

Dana tersebut ditarik dari Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) tetapi tidak diserahkan kepada dua desa tersebut.

Sehingga berdasarkan hasil verifikasi dan uji silang lapangan, terungkap jumlah dana yang diselewengkan Rp788 juta. Terdiri atas dana PNPM MPd tahun 2008-2010 Rp 503 juta dan BKPG 2010 Rp 285 juta.

 

Sumber : Harian Orbit

Terpopuler

Terbaru

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

ALOKASI UNTUK TUMBUHKAN EKONOMI

SAPA INDONESIA - ALOKASI dana desa diharapkan mampu menumbuhkan...
KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

KEMENTERIAN KEUANGAN JADIKAN DESA MATANGGONAWE SEBAGAI CONTOH PENGGUNAAN DANA DESA

SAPA INDONESIA - DESA Matanggonawe, Kecamatan Sawa Konawe Utara,...
WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

WAPRES JK TINJAU PENGGUNAAN DANA DESA DI TULUNGAGUNG

SAPA INDONESIA - WAKIL Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau penggunaan...
PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

PEMBANGUNAN DESA HARUS DISESUAIKAN KEBUTUHAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH mega proyek yang akan dilangsungkan...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook