Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BULOG SUMATERA UTARA MENUNGGU ALOKASI RASKIN TAHUN 2013

kemiskinan-sapa-raskin1 

SAPA - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Utara (Sumut) masih belum menerima data alokasi beras untuk rakyat miskin (raskin) untuk tahun 2013 dan sampai saat ini masih menyelesaikan penyaluran alokasi tahun 2012.
"Sampai sekarang kita belum menerima informasi terkait raskin untuk tahun ini. Soal kapan, kami juga tidak tahu. Kami hanya menunggu untuk kemudian disalurkan kepada penerima raskin," ujar Humas Perum Bulog Divre Sumut, Rusli kepada wartawan, kemarin.

Sedangkan untuk alokasi 2012, dijelaskan Rusli, awalnya jumlah penerima raskin di Sumut sebanyak 838.363 rumah tangga sasaran (RTS). Namun alokasi tersebut kemudian dikurangi pemerintah terhitung mulai Juni 2012 sebanyak 46.197 RTS menjadi 792.166 RTS. Raskin dijual dengan harga Rp 1.600 per kilogram (kg) dengan kuota masing-masing RTS sebanyak 15 kg.

Dari keseluruhan alokasi tersebut, Bulog sudah menyalurkan raskin sebesar 96,83%. Kecuali di Nias, penyalurannya baru mencapai 82%. Sedangkan kabupaten/kota lain, penyalurannya sudah lebih dari 85%. "Bahkan ada yang sudah 100 persen," ucap Rusli.

Adapun kabupaten/kota dengan penyaluran hampir 100% yaitu Kabupaten Tapanuli Utara dan Pematangsiantar dengan realisasi sudah 96% atau masing-masing sebesar 152.936 ton dari rencana alokasi 157.937 ton. "Diharapkan penyaluran raskin hingga akhir tahun bisa 100%," katanya.

Sedangkan kabupaten/kota yang rendah penyalurannya terdapat di Nias. Penyebabnya karena kebijakan perubahan jumlah RTS pada Juni 2012 sehingga menimbulkan protes masyarakat. Kondisi tersebut menghambat penyaluran. "Kebijakan Juni lalu membutuhkan penyesuaian pada beberapa daerah. Hal itu menjadi penghambat sehingga realisasinya masih kecil hingga akhir tahun," jelasnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Negeri Medan (Unimed),M Ishak, mengatakan,penentuan alokasi raskin hendaknya bisa secepatnya. Jangan sampai stok yang ada sekarang ini menipis sehingga menimbulkan masalah dan menyumbang inflasi akibat kenaikan harga beras."Harus sudah ada gambaran berapa RTS penerima raskin tahun ini sehingga masyarakat tidak khawatir. Dengan begitu tidak akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat," katanya.

Namun, katanya, hal yang perlu diingat pemerintah adalah jumlah penerima. Selama ini sering timbul masalah terkait jumlah penerima. Hal tersebut harus menjadi perhatian dalam hal penentuan RTS.

"Jumlah penerima yang sering dipermasalahkan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), seringkali tidak sama dengan kondisi di lapangan," pungkasnya.(yuni naibaho)

 

medanbisnisdaily dot net

Terpopuler

Terbaru

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

PEMDA DIDORONG BANTU SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN

SAPA INDONESIA - SUBSIDI listrik untuk 18,7 juta pelanggan...
PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

PERTUMBUHAN TINGGI TAK JAMIN BEBAS MASALAH KEMISKINAN

SAPA INDONESIA - GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengatakan...
PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

PEMBANGUNAN EKONOMI PERDESAAN BUTUH PENDAMPINGAN BERKELANJUTAN

SAPA INDONESIA - SEJUMLAH kalangan menilai pengembangan ekonomi...
DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

DIDUGA KORUPSI DANA DESA RP 500 JUTA, KADES DI GARUT DICOKOK POLISI

SAPA INDONESIA - POLISI meringkus pria berinisial Y (41), oknum...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook