Terhubung SAPA

Agenda

Data Kemiskinan

Hubungi Kami

Video

Fotografi

BANYUMAS : DATA TAK AKURAT, ORANG KAYA TERIMA JAMKESMAS

SAPA - Pendistribusian kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah masih banyak yang tidak tepat sasaran. Orang kaya dan sudah meninggal mendapatkan kartu tersebut.

"Ada warga mampu (kaya) dan sudah meninggal masih mendapatkan Kartu Jamkesmas. Sedangkan warga yang seharusnya berhak mendapatkan Jamkesmas malah tidak terdata," kata Ketua Rukun Warga (RW) 04 Desa Pageraji, Kamis (3/1/2013).

Kusto menduga data tersebut merupakan data setelah tahun 2006 dan kemungkinan itu data BLT, karena banyak warga yang sudah meninggal sekitar empat tahun lalu dan ada warga yang saat ini sudah mampu masuk pada data Jamkesmas ini. "Kemungkinan (Jamkesmas) ini menggunakan data BLT 2005 silam," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, dr Istanto tidak menampik warga yang sebenarnya tidak berhak menerima, justru menerima kartu tersebut. Demikian pula sebaliknya.

"Memang di lapangan masih ditemukan adanya warga miskin yang tidak mendapatkan kartu, namun warga yang mampu justru mendapatkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, dr Istanto.

Selain itu, menurut dia, ada pula pensiunan PNS maupun PNS yang masih aktif mendapatkan kartu Jamkesmas. Kemudian ada juga yang nama dan alamat penerimanya salah. Bahkan ada warga yang sudah meninggal juga juga mendapatkan Jamkesmas.

"Berbagai persoalan ini akan kami tampung dan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan akan mendapatkan penyelesaian," jelasnya.

Istanto menambahkan, data penerima Jamkesmas Kabupaten Banyumas merupakan hasil pendataan dari program perlindungan sosial yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun tim yang bertugas melakukan pendataan adalah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Adapun jumlah Kartu Jamkesmas yang diberikan pemerintah untuk Kabupaten Banyumas tahun ini sebanyak 587.007 kartu. Sedangkan kuota peserta Jamkesmas mencapai sebanyak 590.807 orang.

"Informasi dari pusat, akan ada tambahan kuota kembali sebanyak 130.985 orang. Sehingga total menjadi 721.792 orang," katanya.

Dengan bertambahnya kuota ini, lanjut Istanto, warga miskin yang belum dapat Jamkesmas akan tercover, tapi di lain pihak dengan adanya penambahan kuota itu secara otomatis jumlah warga miskin di Banyumas juga menjadi bertambah.

Kejadian serupa juga terjadi di Solo. Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta menemukan banyak kartu Jamkesmas dari pemerintah pusat yang salah sasaran. Banyak warga kurang mampu tidak menerima, sedangkan warga yang lebih berada justru namanya tercantum dalam kartu. Bahkan nama yang tertera di sekitar 1.500 kartu tidak diketahui keberadaannya atau tidak bertuan.


Sumber : Detik News

Terpopuler

Terbaru

GUNUNG KIDUL MENARGETKAN ANGKA KEMISKINAN BISA DITEKAN HINGGA 15 PERSEN

GUNUNG KIDUL MENARGETKAN ANGKA KEMISKINAN BISA DITEKAN HINGGA 15 PERSEN

SAPA INDONESIA - PEMERINTAH Kabupaten Gunung Kidul, Daerah...
GUS IPUL INGIN TEKAN ANGKA KEMISKINAN SAMPAI 9 PERSEN

GUS IPUL INGIN TEKAN ANGKA KEMISKINAN SAMPAI 9 PERSEN

SAPA INDONESIA - PERTUMBUHAN ekonomi Jawa Timur, di era kepemimpinan...
WABUP PANGKEP: DATA KEMISKINAN ANTAR OPD HARUS SINKRON

WABUP PANGKEP: DATA KEMISKINAN ANTAR OPD HARUS SINKRON

SAPA INDONESIA - PERBEDAAN data jumlah kemiskinan sesama lembaga...
PROGRAM PADAT KARYA TAHUN INI SASAR SERIBU DESA

PROGRAM PADAT KARYA TAHUN INI SASAR SERIBU DESA

SAPA INDONESIA - PROGRAM padat karya (cash for work) melalui...

LAPOR!

Untitled Document

Terhubung dengan SAPA

Multimedia

Temukan Kami di Facebook